
KARANGASEM—Seorang karyawan instalasi listrik dari PT. Kriskar Tekhnik Utama, Eko Tri Tama (23) sekarat, setelah tersengat arus listrik tegangan tinggi di Jalan Raya Ulakan, Banjar Kodok, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kamis (24/2/2022).
Kejadian naas sekitar pukul 11.45 wita. Itu berawal dari upaya pria asal Banyuwangi, Jatim, memperbaiki jaringan kabel listrik dan pergantian instalasi yang rusak.
“Pekerjaan memperbaiki jaringan kabel yang rusak sudah sesuai SOP. Sekitar pukul 10.45 WITA pihak PLN melakukan pemutusan arus listik. Ini dilakukan untuk mempermudah pekerja melakukan kegiatan. Pemutusan arus listrik dilakukan dengan sistem jamperan,” terang salah seroang pekerja dari PT. Kriskar Tekhnik Utama.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Manggis, AKP Eka Jaya tidak mau berkomentar banyak berkaitan peristiwa yang ada di wilayahnya itu. Dia mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak PT. PLN dan PT. Kriskar Tekhnik Utama terhadap kejadian tersebut.
“Sampai saat ini, kami belum menerima laporan itu, coba tanya langsung kepada pihak PLN dan PT. Kriskar Teknik Utama,” kelitnya.
Sementara itu informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum delapan karyawan PT. Kriskar Tekhnik Utama melakukan pekerjaan memperbaiki instalasi listrik yang rusak, pihak PT. PLN mengawalinya dengan memberi briefing mengenai safety dan SOP kerja di lapangan. Briefing dari PLN ditindaklanjuti dan delapan orang pekerja mengikutinya sesuai SOP yang ditentukan.
Singkat cerita, para pekerja naik satu persatu melakukan perbaikan dan berjalan lancar. Tapi sekitar pukul 11.45 WITA, salah seorang pekerja bernama Eko Tritama tersengat arus listrik dan membuatnya kejang-kejang. Mendapati rekannya tak berdaya, tujuh pekerja lainnya berhasil mengavakuasi tubuh korban. Dalam kondisi sadar, korban langsung dilarikan ke klinik Penta Medika, Manggis, tak jauh dari tempat korban bekerja.
“Korban masih dalam kondisi sadar, saat ini masih menjalani perawatan intensif di klinik Penta Medika,” ucap salah seorang petugas yang mewanti-wanti namanya untuk tidak disebutkan. (wat/jon)








