Satu Rangkaian G20 Dipindah ke Jakarta, Pelaku Pariwisata Bereaksi

0
181
Ketua APPMB I Wayan Puspa Negara.
Ketua APPMB I Wayan Puspa Negara.

KUTA – Sejumlah pelaku pariwisata di Kabupaten Badung bereaksi atas kabar pindahnya salah satu agenda G20 dari Bali ke Jakarta. Tidak sedikit di antaranya yang merasa kaget dan kecewa, serta meminta agar itu urung dilakukan.

I Wayan Puspa Negara adalah salah seorang di antaranya. Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) tersebut mengatakan, kejadian itu notabene menjadi bukti dari sebuah inkonsistensi.

“Meski agenda itu termasuk dalam pra KTT G20, tetap saja pembatalan ini memunculkan tanda tanya, kekagetan, dan kekecewaan. Karena Bali sepertinya dinilai tidak siap, atau mungkin Bali memang sengaja dilemahkan di tengah harapan besar masyarakat Bali,” sebutnya Kamis (20/1/2022).

Sejauh ini, bagi APPMB sendiri, rakyat Bali sudah sangat bersemangat menyukseskan penyelenggaraan KTT G20. Termasuk pula insan pariwisata, yang dirasa sudah sangat patuh terhadap protokol kesehatan serta imbauan-imbauan dari pemerintah.

“Itu karena kami ingin Bali lebih cepat pulih dari keterpurukan ekonomi yang masih berlangsung sampai detik ini. Tetapi kenapa jadwal diubah? Apakah pemimpin Bali tidak berani mempertahankan agenda ini di tengah prestasi tinggi terhadap penanganan Covid-19? Katanya Bali terbaik dalam cegah tangkal Covid-19? Katanya Bali baik-baik saja, lalu kenapa ada pergeseran agenda?” tanyanya.

Pergeseran lokasi penyelenggaraan kegiatan itupun sambung dia, tentu memunculkan interpretasi beragam di masyarakat. Utamanya pihaknya sebagai pelaku pariwisata, yang merasa dipermainkan Pusat.

“Atau apakah ini berarti ketidakberdayaan bargaining power pemimpin daerah kami? Terus terang saja, perubahan agenda ini sangatlah sensitif bagi Bali. Karena Bali harus tetap firm dalam tahapan pemulihan. Jika pemindahan itu karena alasan Covid-19 atau varian Omicron, justru dibanding Jakarta, kasus di Bali jauh lebih sedikit,” ungkapnya.

Karena itulah pihaknya tetap berharap agar semua agenda KTT G20 yang awalnya dijadwalkan di Bali, nantinya bisa tetap dilaksanakan di Bali. Itu sekaligus untuk menjaga stabilitas pemulihan Bali.

“Usul kami, kembalikan jadwal Finance Track G20 ke Bali. Jangan itu diubah, sebagai wujud menciptakan stabilitas pertumbuhan pariwisata Bali untuk percepatan recovery,” pungkasnya.

IGN Rai Suryawijaya (ist)

Terpisah Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung IGN Rai Suryawijaya menyakini, ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang menjadi dasar dilakukannya hal tersebut. Karenanya dia berharap agar masyarakat tidak panik ataupun resah.

“Omicron ini kan lagi meningkat saat ini di Jakarta. Nah kalau sekarang orang Jakarta banyak yang kesini saat ini, tentu akan menjadi perhatian. Jadi kita tunda dahulu dan lihat perkembangannya. Karena dua minggu ke depan kemungkinan akan meningkat. Jadi jangan sampai gagal seperti Work From Bali,” ungkapnya.

Arahan untuk tidak khawatir itupun mengacu pada banyaknya meeting yang rencana dilaksanakan di Bali dalam rangkaian G20. Namun demikian, dia tidak memungkiri, pemindahan tersebut tentu memberikan dampak. Utamanya terhadap akomodasi wisata yang rencana dijadikan lokasi penyelenggaraan. Sementara dampak kepada masyarakat dirasa tidaklah terlalu signifikan.

“Bali ini kan ingin aman. Dan sekarang ini kan lagi menjaga citra kita,” sebutnya.

Dilanjutkan dia, keputusan pemindahan lokasi kegiatan tersebut sekaligus bisa dinilai sebagai upaya pemerintah untuk mengamankan Bali dari lonjakan kasus. Mengingat kasus di Bali pada saat ini terbilang sudah terkendali.

“Bali ini sudah dipersiapkan dengan amat matang untuk puncaknya G20. Makanya itu yang dijaga,” tegasnya kembali.

Untuk diketahui, kabar pemindahan lokasi tersebut termuat dalam surat Panitia Pelaksana Pertemuan G20 Bidang Finance Nomor: S-3/G20.33/2022 tertanggal 19 Januari 2022. Salah satu poin di antaranya menyatakan bahwa penyelenggaraan salah satu rangkaian kegiatan G20 jalur keuangan yakni 2nd FCBD & 1st FMCBG, dipindah dari Bali menuju Jakarta. Hal tersebut dilakukan memperhatikan perkembangan Covid-19 di tingkat global dan nasional, terutama varian Omicron.

Hal tersebut pun kembali ditekankan dalam poin lainnya. Yang menegaskan bahwa seluruh agenda kegiatan yang direncanakan terselenggara pada 15-18 Februari 2022 di Nusa Dua itu, dan seluruh rangkaian persiapannya, dibatalkan. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine − one =