
KUTA – Empat pemuda belasan tahun berpenampilan layaknya anak punk, diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Badung, Rabu (19/1/2022). Itu sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat dan wisatawan, atas perilaku mereka yang dinilai mengganggu kenyamanan karena mabuk-mabukan di pesisir Pantai Legian.
Danru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) BKO Kecamatan Kuta I Nengah Wika menuturkan, keempat pemuda bersangkutan adalah temuan LPM dan Linmas Legian Selasa (18/1/2022). Mereka kemudian diteruskan ke Satpol PP BKO Kuta pada hari yang sama.
Namun karena serah diterima dilakukan pada sore hari, maka keempat pemuda tersebut diputuskan untuk dititip sementara di Linmas Legian. Untuk kemudian menjalani rapid tes di Puskesmas Kuta II pada keesokan harinya, sebagai kelengkapan penyerahan ke Dinas Sosial.
“Semua menunjukkan hasil negatif Covid-19,” sebutnya.
Keempat pemuda bersangkutan, sambung Wika, sesungguhnya sudah sempat menjadi atensi pada sehari sebelumnya. Mereka diamankan LPM dan Linmas Legian, karena melakukan aktivitas serupa di pesisir Pantai Legian, Senin (17/1/2022). Keempatnya sudah langsung diserahkan ke Satpol PP BKO Kuta. Namun sebagai tindak lanjut pada saat itu, para pemuda tersebut hanya diberi pembinaan dan diarahkan untuk kembali ke daerah asal secara mandiri.
“Mereka mengaku ke Bali untuk jalan-jalan. Pada Jumat (14/1/2022) malam berangkat dari Pasuruan naik truk dan turun di Situbondo. Setelah itu, naik truk lagi dan turun di Banyuwangi. Setelah itu menyeberang ke Bali dan turun di Gilimanuk. Awalnya mereka datang berbekalkan gitar, mungkin maksudnya untuk mengamen di Bali. Tapi ternyata gitarnya ketinggalan di truk, sehingga tiba di Bali tanpa berbekal uang. Jadi untuk memenuhi kebutuhan, mereka meminta-minta sama orang,” beber Wika.
Terpisah, Ketua LPM Legian Wayan Puspa Negara mengatakan, keempat anak punk itu diamankan ketika nongkrong dan mabuk-mabukan di pesisir Pantai Legian, depan Hotel Pullman. Tindakan diambil, atas dasar adanya keluhan masyarakat dan wisatawan.
Pada hari pertama diamankan, keempatnya sempat diberikan bekal untuk pulang kampung. Namun sayang, bekal tersebut nampaknya tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Karena keesokan harinya, keempat pemuda tersebut kembali ditemukan melakukan kegiatan serupa. (adi/jon)








