
KUTSEL – Pandemi Covid-19 hampir dua tahun membatasi ruang gerak manusia dalam melakukan berbagai aktivitas. Termasuk di antaranya aktivitas yang menjadi program dari organisasi mahasiswa intra kampus alias BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).
Hal semacam itu sangatlah disadari seorang mahasiswa Universitas Teknologi Indonesia (UTI), yang kini dipercaya sebagai Presiden BEM Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Kadek Puja Artawan. Namun bagi remaja penghobi seni itu, waktu yang sedemikian panjang tersebut sudahlah cukup untuk vakum dan berdiam diri. BEM ditegaskan harus kembali aktif bergerak, mengoptimalisasi pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terlebih, pada saat ini kasus Covid-19 di wilayah Bali diketahui sudah melandai. Dan itu disusul pula pelonggaran aturan, oleh turunnya status PPKM menuju Level II.
“Pandemi memang masih berlangsung. Tapi tentu itu tidak boleh menjadi alasan untuk terus-terusan vakum. Pandemi harus dilihat sebagai sebuah tantangan untuk berinovasi,” ucap pria kelahiran 22 Mei 2002 tersebut.
Namun semangat tersebut ditegaskan bukan berarti BEM harus mengesampingkan atau menerobos aturan berlaku. Aturan tetap wajib dijadikan sebagai acuan, sekaligus sebagai bentuk partisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19.
“Regulasi harus kita pahami dengan baik, untuk kemudian memunculkan inovasi. Sehingga protokol kesehatan tetap jalan, dan program juga bisa tetap dilaksanakan,” sebut Puja yang sebelumnya juga ikut serta sebagai Duta Kabupaten Badung dalam lomba Baleganjur pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2021.
Salah satu strategi yang bisa dilakukan, sambung dia, yakni dengan memanfaatkan teknologi digital. Melalui penerapan itu, maka kontak fisik bisa diminimalisir.
“Misalnya dalam hal pelaksanaan seminar. Itu bisa kita lakukan dengan penerapan 100 persen daring, ataupun hybrid,” ucap Puja yang sebelumnya juga turut sebagai pembina pementasan Kecak Kolosal 5555 di Berawa Art Festival 2018 silam. (adi/jon)








