PSOI Bali Final Lahirkan Puluhan Peselancar Terbaik

0
327
Penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para peselancar terbaik dalam PSOI Bali Final, Sabtu (27/11/2021).

KUTA – Puluhan peselancar beradu ketangkasan menaklukkan ombak di Pantai Halfway Kuta, Sabtu (27/11/2021). Mereka bersaing merebut predikat terbaik dalam ajang bertajuk PSOI Bali Final, yang digelar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Bali.

Ketua Umum Pengurus PSOI Bali I Gusti Ngurah Putu Suargita menuturkan, PSOI Bali Final adalah sebuah ajang yang mempertemukan para peselancar terbaik dari setiap komunitas di Bali. Tujuannya sederhana yakni untuk mendapatkan pemain terbaik di Bali.

“Final ini berlangsung selama dua hari. Namun untuk seleksi di masing-masing komunitas, itu sudah berlangsung di sepanjang tahun ini. Baik itu sebelum PPKM maupun sesudah PPKM,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diakui merupakan kontes perdana yang secara langsung diselenggarakan PSOI Bali. Dan berikutnya itu rencana akan digelar di setiap tahun.

“Kemungkinan besar nanti kita akan menghadap Pak Gubernur, dengan harapan nantinya kontes ini bisa menjadi ajang memperebutkan Piala Gubernur,” ucapnya mengenai olahraga yang diyakini membawa dampak besar bagi sektor pariwisata tersebut.

“Bahan-bahannya, seperti sumber daya alam dan sumber daya manusia, kita sudah punya semuanya. Sekarang tinggal dimasak saja yang benar, sehingga hasil akhirnya maksimal,” tambahnya.

Terlaksananya PSOI Bali Final mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Bali Ir IGAN Susrama Putra. Dia sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pengprov PSOI Bali dalam rangka memajukan olahraga selancar ombak. Dia berharap kontes serupa bisa lebih rutin terlaksana. Bahkan jika mungkinkan, bukan hanya mengikutsertakan komunitas yang ada di Bali, melainkan juga nasional bahkan internasional.

“Saya yakin ketika penyelenggaraannya di Bali, maka peminatnya akan lebih banyak, baik itu dari dalam maupun luar negeri. Ketika event diikuti banyak peserta, maka rasanya akan lebih mudah untuk segera mencapai tujuan, yaitu memunculkan bibit-bibit baru yang nantinya bisa dipersiapkan untuk ke tingkat lebih tinggi seperti PON, Olimpiade, SEA Games, ataupun Asian Games,” sebutnya.

KONI Bali dipastikan akan tetap memberikan dukungannya kepada PSOI Bali. Termasuk juga kepada cabor-cabor lain yang memang serius ingin membina dan memajukan atlet-atletnya.

“KONI Bali pasti akan berusaha memfasilitasi bagaimana pembinaan dan pengembangan olahraga, khususnya atlet-atlet selancar ombak yang ada di Bali bisa mendapatkan prestasi, baik prestasi nasional ataupun internasional. Kita tetap akan memperhatikan, apalagi program kami di KONI Bali juga ada sport tourism. Dan selancar ombak ini, adalah salah satu yang ada kaitannya dengan pengembangan pariwisata khususnya di Bali,” ucapnya.

Terpisah, gelaran PSOI Bali Final juga mendapat dukungan dari seorang tokoh sekaligus Anggota DPRD Badung Dapil Kuta I Nyoman Graha Wicaksana. Apalagi dirinya sangat menyadari, perkembangan Kuta sebagai destinasi wisata tidak terlepas dari aktivitas surfing.

“Sebenarnya dahulu yang memperkenalkan Pantai Kuta kepada dunia internasional adalah para surfer. Sehingga keberadaan PSOI Bali ini sangat saya sambut baik. Dengan harapan ke depan muncul atlet-atlet surfing yang bisa mengharumkan nama Bali dan Indonesia di kancah internasional. Mudah-mudahan ini menjadi awal kebangkitan olahraga selancar ombak,” katanya.

Sebagai anggota dewan, Graha bahkan menyebut siap untuk ikut mengkawal sehingga PSOI Bali ke depannya bisa menggelar kegiatan yang lebih besar lagi. Salah satu momen yang mungkin dipergunakan, yakni kaitan dengan program Festival Bahari yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

“Kan tidak tertutup kemungkinan dalam Festival Bahari dilaksanakan ajang selancar ombak dengan skala besar, dan masuk sebagai calendar of events yang mampu mengundang wisatawan untuk hadir ke Bali khususnya Badung,” tandasnya.

Untuk diketahui, PSOI Bali Final telah melahirkan sejumlah peselancar ombak terbaik di setiap divisi. Untuk divisi Master, ada Dedi Santosa, Gogo Sujaya, I Made Wira Wirawan dan Wayan Budayasa. Divisi Open Men; Dharmayasa Bleronk, Febri Biawak, Raditya Rondi dan I Wayan Agus Setiawan. Untuk Divisi Open Women; Dhea Natasya, Lidia Kato, Diah Rahayu Dewi dan Taina Izquerdo. Junior Boys itu ada Febri Anggriawan, Nathan Johanes, Firman, dan Phillip Duke. Sedangkan untuk Divisi Under 10, yaitu Kadek Dafa, Gede Dharma, Dika Anwar, dan Jasper Glossop. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + one =