PPKM Turun Level 2, Nelayan Hadapi Tantangan Musim Angin Barat

0
117
Perahu tampak terparkir di pesisir Pantai Kedonganan karena nelayan takut melaut karena musim angin Barat

KUTA – Transaksi di Pasar Ikan Kedonganan bergerak naik sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun ke Level 2. Namun sayang, di tengah kabar gembira itu, nelayan kini dihadapkan pada musim angin Barat. Kenapa?

“Menginjak musim barat, pasti hasil tangkap menurun. Jadi kami pasti andalkan ikan dari luar,” ucap Pengelola Pasar Ikan Kedonganan I Wayan ‘Tenja’ Suerta, Senin (22/11/2021).

Di musim angin barat ini, komoditas ikan yang diperjualbelikan di Pasar Ikan Kedonganan berada pada angka 50:50. Sebagian merupakan hasil tangkap nelayan setempat dan sebagian lagi merupakan pasolan dari luar, utamanya Madura.

“Kalau tidak angin barat, suplai dari luar memang tetap ada, khususnya untuk jenis ikan dasar. Perbandingannya itu sekitar 80:20,” sambungnya.

Pengaruh musim angin barat, kata dia, membuat para nelayan berpikir untuk melaut. Kadang juga yang awalnya menggunakan kapal sendiri-sendiri, sekarang ini memilih untuk bergabung.

“Itu dilakukan untuk menekan biaya,” ucapnya.

Keadaan tersebut diakui juga membawa dampak terhadap harga ikan. Yang biasanya mengalami peningkatan, hingga angka sekitar 10 persenan.

“Misalnya (ikan) tongkol biasanya Rp 10 ribu, sekarang Rp 12 ribu,” sebutnya.

Dijelaskan, hal tersebut tentunya dipengaruhi supply and demand. Ketika pasokan tinggi dengan permintaan yang rendah, maka harga akan turun. Namun ketika pasokan rendah dan permintaan tinggi, maka harga ikan akan mengalami kenaikan.

“Musim angin barat ini biasanya mulai November dan berlangsung hingga 6 bulan ke depan. Pembeli menggeliat, hasil tangkapan menurun,” tambahnya sembari mengatakan bahwa fungsi pihaknya dalam kondisi tersebut yakni menjaga ketersediaan jenis ikan, menyesuaikan dengan permintaan.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, komoditas perikanan yang diperjualbelikan di Pasar Ikan Kedonganan paling-paling berkisar antara 2-3 ton. Namun jika di kondisi normal, itu bisa mencapai 5-10 ton. Hal tersebut dipengaruhi pula tingginya kebutuhan pada 24 kafe ikan bakar di pesisir Pantai Kedonganan.

“Sekarang ini hanya ada beberapa kafe saja yang buka,” imbuhnya. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + nine =