Mencuatnya Kasus Kekerasan Seksual di Unud, Rektor Ancam Pidanakan LBH Bali

0
146
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gede Antara (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan.
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gede Antara (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan.

BADUNG – Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. I Nyoman Gede Antara angkat bicara terkait kasus kekerasan seksual di lingkungan kampusnya yang dibeberkan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali Ni Kade Vanny Primaliraning hingga menyita perhatian publik.

Prof. I Nyoman Gede Antara balik mempertanyakan validasi data yang diungkap tersebut. Ia menyayangkan dan merasa heran dengan tindakan LBH Bali mempublikasikan data yang dimiliki tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Unud.

“Kami sama sekali tidak memegang data-data tersebut. Kami masih koordinasi dengan LBH Bali supaya lebih terbuka memberikan data mengenai identitas siapa saja korban dan pelaku, juga kapan dan dimana kejadiannya. Kami memiliki 35 ribu mahasiswa dan 1.600 tenaga kependidikan,”ujar Prof. I Nyoman Gede Antara saat ditemui wartawan di ruang Rektor Unud, Kampus Bukit Jimbaran, Senin (22/11/2021).

Prof. Antara menegaskan akan menempuh langkah-langkah hukum apabila data terkait dugaan 42 perempuan menjadi korban kekerasan seksual di kampus terbesar di Bali selama 2020 itu dibeberkan tanpa bukti karena dinilai sebagai  penyebaran isu yang tidak baik dan tidak objektif sesuai Undang-Undang ITE.

“Kalau sampai dia memainkan angka-angka ini dengan bukti yang tidak nyata, kami bisa melakukan perlawanan secara hukum terhadap LBH Bali. Kami akan membela integritas Universitas Udayana dari hal-hal yang tidak benar. Kami akan segera bekerja sama untuk melaporkan Ketua LBH ini manakala hal-hal itu tidak terbukti,” tegasnya.   

Seharusnya, kata Prof. Antara, LBH Bali yang notabenenya memahami hukum mengetahui cara-cara menyikapi data tersebut. Apalagi, Ni Kadek Vany Primaliraning selaku Direktur LBH Bali merupakan mantan pengurus BEM Unud.

“Mestinya dia lebih banyak tahu internal kami. Tapi kok begitu caranya. Itu yang saya anggap tidak profesional memberikan angka ini kepada masyaraat. Berkaitan dengan posisi kami sekarang ini adalah mencari data itu kemudian akan kami tindaklanjuti,” tandasnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − eleven =