
Program bantuan kuliah dari Kemendikbud Ristek
KUTSEL – Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) I Nyoman Abdi, SE. M.eCom, mengajak segenap awak media untuk aktif menyebarluaskan informasi soal program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan program besutan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tersebut.
“Itu masih kurang sosialisasi. Makanya saya kemarin mengajak kepala sekolah seluruh Bali agar memberikan informasi kepada para guru untuk diteruskan kepada anak-anak didik di sekolah masing-masing. Barangkali melalui media juga sangat penting untuk mensosialisasikan ini,” sebutnya di sela-sela gathering bersama awak media, di Sector Bar & Restaurant, Denpasar, Jumat (12/11/2021) malam.
Kurangnya sosialisasi, itulah yang dirasa membuat keterpakaian kesempatan kuliah melalui program KIP-K masih belum 100 persen. Seperti halnya di PNB sendiri yang baru terpakai sekitar lebih dari 80 persenan.
“Bayangkan jika kesempatan ini bisa dipergunakan secara optimal. Karena saya sendiri pernah mengalami. Saya pernah bantu anak yang punya kemampuan akademik, namun kurang mampu secara ekonomi. Setelah tamat, ekonomi keluarganya jadi bangkit dan sekarang sudah bisa bantu keluarganya, bahkan sudah punya modal usaha,” bebernya.
Di samping biaya kuliah, program KIP-K katanya juga menawarkan bantuan biaya hidup bulanan. Seingat dia, besaran biaya hidup dimaksud adalah senilai Rp 1,4 juta/bulan.
“Rp 1,4 juta itu saya rasa bisa untuk membiayai tempat kos dan makan sehari-hari. Bahkan kalau anaknya itu irit, mungkin tidak perlu lagi minta uang ke orang tua,” ucapnya.
Di PNB, sambung dia, kuliah dengan bermodalkan KIP-K dipastikan siap diserap pada 19 program studi (prodi) yang ada. Termasuk pada prodi-prodi favorit seperti Manajemen Bisnis Pariwisata, Manajemen Bisnis Internasional, Akuntansi Perpajakan, Akuntansi Manajerial, serta Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak.
“Kami ini adalah salah satu perguruan tinggi vokasi. Kini di Jembrana dan Gianyar sudah ada kampus kita. Dan ke depan, Pak Bupati Karangasem juga ingin ada PNB di sana. Selain itu, kita juga akan geser ke Singaraja. Inilah upaya kita untuk jemput bola, supaya pendidikan tinggi vokasi bisa hadir lebih dekat dan lebih murah di masyarakat,” pungkasnya. (adi/jon)








