
Bupati Gede Dana saat meninjau lokasi gempa di Desa Ban, Kubu, Karangasem
KARANGASEM— Gempa berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, menyentak banyak kalangan. Tingginya tingkat kerusakan yang ada, membuat pemerintah setempat menetapkan desa yang berada di lereng timur Gunung Agung sebagai wilayah darurat tanggap bencana.
Bupati menegaskan, Desa Ban memang masuk dalam cakupan darurat bencana gempa. Hal itu mengacu dari rentetan bencana yang ada di wilayah tersebut.
“Saat erupsi Gunung Agung dan gempa Lombok, Desa Ban juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Melihat data ini kita menetapkan Desa Ban sebagai wilayah darurat bencana gempa,” ucap Bupati, Minggu 17 Oktober 2021.
Dari pemantauan yang dilakukan, Bupati mengatakan, gempa yang berpusat di barat laut Karangasem dengan kedalaman 10 km, juga memunculkan kerusakan yang cukup parah. Selain mengakibatkan korban jiwa di Banjar Dinas Jatituhu, juga mengkibatkan 76 orang korban luka-luka. Bukan hanya itu, 1.150 unit bangunan mengalami kerusakan.
“Dampak gempa terparah ada di Kecamatan Kubu, terutama di Desa Ban, saat ini pendataan masih dilakukan,” ucap Bupati.
Melihat kondisi yang ada saat ini dan mengurangi resiko dimasa mendatang, Bupati Dana berupaya akan mengubah sistem pembangunan rumah beton yang ada disana.
“Kami masih petakan lagi. Melihat setiap gempa Desa Ban mengalami kerusakan yang sangat parah. Mengurangi resiko dimasa mendatang, kedepang sistem bangunan rumah penduduk disana tidak lagi menggunakan beton, tapi akan diupayakan berbahan kayu,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Gede Dana bersama Wabup I Wayan Artha Dipa, turun bersama langsung ke lokasi yang terkena dampak terparah guncangan gempa. Bupati Gede Dana, bersama Dinas terkait yani BPBD dan Dinas Sosial, turun ke Dusun Temakung dan Jatituhu, guna melakukan asesment sekaligus meninjau kerusakan rumah warga yang diakibatkan oleh gempa.
Dalam kesempatan itu Bupati Gede Dana memerintahkan Kadis Sosial dan BPBD Karangasem, untuk membangun tenda pengungsian dan memberikan batuan terpal untuk tenda tempat tinggal sementara.
Di Jatituhu Bupati bukan sekadar meninjau kerusakan rumah yang ada disana, tapi menengok sekaligus menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban Ni Luh Mariani (3) yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tembok batako.
“Kami atas nama pemerintah menyampaikan duka cita mendalam terhadap satu orang warga yang meninggal akibat gempa ini. Semoga keluarga yan ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ucapnya. (wat)








