
Rumah korban hancur akibat gempa yang menyebabkan satu nyawa anak kecil meninggal tertimpa reruntuhan bangunan
KARANGASEM—Gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo mengguncang Bali. Gempa tektonik yang berada dikedalaman 10 km barat laut Kabupaten Karangasem, Sabtu 16 Oktober pukul 04:18 Wita, tidak hanya menggetarkan Bali, tapi juga menggoncang sebagian wilayah di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Di Karangasem, dampak gempa tidak hanya memunculkan puluhan bangunan milik warga rusak berat. Bencana dini hari itu juga membuat nyawa Ni Luh Mariani (5) melayang. Bocah asal Banjar Dinas Jati Tuhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, itu meninggal dunia, setelah kepala dan dadanya tertimpa reruntuhan bangunan.
“Pagi itu anak saya terjebak saat akan keluar rumah, kepala dan dadanya tertimpa reruntuhan tembok rumah berbahan batako,” ucap I Nengah Puja, orang korban.
Didamping isitrinya Ni Nengah Nuasa, Puja menuturkan, pagi itu suasana dirumahnya gelap, tiba-tiba bumi bergetar. Dalam situasi panik, dia tidak bisa menyelamatkan nyawa anaknya. Gempa yang berlangsung selama 5 detik itu, langsung merubuhkan bangunan rumahnya yang dihuni 9 orang termasuk dia, istrinya dan Ni Luh Mariani anaknya yang meninggal dunia.
“Getaran gempa yang keras membuat kami panik. Saya kira I Luh sudah keluar rumah bersama saudaranya. Saat gempa mereda kami mencarinya ke dalam rumah ternyata anak saya sudah tertelungkup di bawah reruntuhan bangunan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tuturnya.
Terhadap kejadian itu, baik Puja mupun Istrinya Ni Nengah Nuasa mengaku tidak memiliki firasat apa pun. Pasutri ini pasrah atas musibah yang menimpa anaknya.
“Kami sudah mengikhlaskannya, gempa membuat kami kehilangan anak dan rumah. Kami berharap pemerintah bisa membantu, “ ucap Puja.

Sementara itu, evakuasi korban yang dilakukan pihak BPBD Karangasem, berlangsung lancar. Sekretaris BPBD Karangasem Eka Tirtana, mengatakan, saat ini pihaknya masih merapihkan puing-puing bangunan milik Puja yang roboh akibat goncangan gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo.
“Tim masih bekerja. Rumah korban yang roboh akan dibuatkan tenda untuk tempat tidur sementara,” ucap Eka Tirtana. (wat)








