
BADUNG – 23 titik akses masuk Pantai Legian, Kuta, dipasangi Quick Response (QR) Code aplikasi PeduliLindungi. Menariknya, fitur pemindaian sertifikat vaksin Covid-19 bagi pengunjung itu bukan dikeluarkan pemerintah, melainkan buatan sendiri.
Pembuatan QR code tersebut atas gagasan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian dan digarap salah seorang anggotanya yaitu I Wayan Riski Darmawan.
Dari pemindaian QR Code buatanya, pengunjung terhubung ke tiga link yaitu pendaftaran aplikasi PeduliLindungi, video protokol kesehatan yang terunggah pada channel YouTube Presiden Jokowi, serta form kritik dan saran untuk Pantai Legian.
“Pembuatannya memakan waktu sekitar tiga hari. Seperti katanya Pak Giri (Bupati Badung), yang lambat akan dikalahkan yang cepat. Maka dalam situasi seperti ini, tinggal apakah kita mau atau tidak untuk berinovasi,” ucap Riski Darmawan.
Sementara, Ketua LPM Legian I Wayan Puspa Negara mengatakan, inisiatif pembuatan scan QR Code itu tidak terlepas dari melihat dinamika di lapangan.
Sampai saat ini, QR Code PeduliLindungi yang dikeluarkan pemerintah belum bisa diimplementasikan di Pantai Legian karena sejumlah persyaratan. Di antaranya, Nomor Induk Berusaha, NPWP, serta Tanda Daftar Usaha Pariwisata. “Kami beberapa kali sudah mencoba di aplikasi PeduliLindungi, tapi belum bisa sehingga kami pun berinisiatif untuk buat sendiri sembari menunggu yang resmi dikeluarkan pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, pembuatan sendiri QR Code sebagai respon cepat di masa uji coba pembukaan tempat wisata serta dukungan kepada pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 melalui deteksi dan skrining khususnya pengunjung Pantai Legian. “Kami melatih kepatuhan masyarakat melakukan pemindaian QR Code,” ucap Puspa Negara.
Dalam pemberlakuan QR Code tersebut, Bendesa Adat Legian Anak Agung Made Mantra mengerahkan puluhan petugas untuk melakukan pengawasan, baik di akses masuk maupun mobiling untuk mencegah kerumunan. “Di setiap pintu masuk yang dilengkapi QR Code itu, ada petugas memberikan arahan kepada pengunjung termasuk penerapan protokol kesehatan,” kata Made Mantar. (adi,dum)








