Kelompok Nelayan Wanasari Tagih Janji BWS Bali Penida Tangani Eceng Gondok

0
198
Anggota Kelompok Nelayan Wanasari Tuban bersama perahunya sesaat setelah nyaris hilang akibat tali tambat putus oleh beban sampah dan eceng gondok.

BADUNG – Terbuangnya eceng gondok dan sampah dari alur Tukad Mati menuju Teluk Benoa masih menjadi keluhan Kelompok Nelayan Wanasari Tuban. Mereka menagih janji Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

Ketua Kelompok Nelayan Wanasari Tuban Made Sumasa mengaku selama ini aktivitas melaut dan penghijaun dilakukan anggotanya tergangu. “Saking banyaknya sampah dan eceng gondok, ada anggota kami baru-baru ini hampir kehilangan jukungnya karena tali tambatnya terputus,” ujarnya, Kamis 16 September 2021.

Sumasa sempat menyampaikan keluhan ke Camat Kuta Nyoman Rudiarta kemudian difasilitasi untuk mengkomunikasikan persoalan ke pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. “Intinya kami ingin kejelasan dan kepastian soal komitmen terdahulu. Seperti katanya akan pasang alarm ketika menurunkan bendung gerak, dan sebagainya. Ini sangat berdampak kepada kami dan lingkungan,” tegasnya.

BACA JUGA:   Bali MX Modifikasi Kendaraan Jadi Penyemprot Disinfektan

Menanggapi keluhan Kelompok Nelayan Wanasari, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Sungai Pantai I BWSBP, Ketut Asmara Putra menyampaikan, prasarana pengendali banjir di hilir Tukad Mati sudah diserahterimakan ke bagian Operasi dan Pemeliharaan (OP).

“Untuk yang sudah lewat sampai ke hilir itu rencana dibersihkan secara manual. Alat tidak berani masuk ke sana karena adanya tiang listrik bertegangan tinggi. Yang di hulunya baru akan menggunakan amphibi,” bebernya.

BACA JUGA:   Sekda Adi Arnawa Buka UMKM Millennial Expo 2020

Ia berharap penanganan tersebut mendapat dukungan dari Pemjab Badung serta masyarakat sekitar alur sungai karena sampah dan eceng gondok bersumber dari kebiasaan membuang sampah dan limbah sembarangan. “Eceng gondok akan tumbuh jika nilai COD dan BOD airnya tinggi. Nah kebiasaan membuang limbah dan sampah ke sungai inilah yang membuat COD dan BOD air jadi tinggi. Jadi sebenarnya ini adalah sebuah PR bersama,” jelasnya.

Pihaknya dipastikan sama sekali tidak berkeinginan membuang eceng gondok ataupun sampah ke Teluk Benoa. Namun, ketika hujan deras dan level air di alur Tukad Mati meningkat, maka bendung gerak mau tidak mau harus dibuka. Jika tidak, dikhawatirkan akan berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir pada sejumlah titik. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 4 =