Pengecekan Sertifikat Vaksin Pengunjung Pantai Kuta dan Melasti Masih Manual

0
170
Barcode aplikasi PeduliLindungi terpasang di gate masuk Pantai Pandawa.
Barcode aplikasi PeduliLindungi terpasang di gate masuk Pantai Pandawa.

BADUNG – Setelah terbitnya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021, sejumlah objek wisata di Badung Selatan melakukan uji coba pembukaaan pada masa PPKM.

Hanya, beberapa tempat wisata belum dilengkapi barcode PeduliLindungi sebagai syarat masuk bagi pengunjung. Seperti di Pantai Melasti, Kuta.

Manajer Pengelola Pantai Melasti Wayan Karnawa mengaku masih proses pengajuan QR Code aplikasi PeduliLindungi. “Karena belum dilengkapi barcode, pengecekan sertifikat vaksin Covid-19 masih secara manual. Namun, kami pastikan pengawasan prokes seperti penggunaan masker, cek suhu tubuh, dan kerumunan dilakukan secara ketat. Fasilitas cuci tangan sudah disediakan dan imbauan untuk disiplin prokes juga disampaikan secara periodik melalui pengeras suara,”ujar Wayan Karnawa.

BACA JUGA:   Keluar Penjara Langsung Melukat, Jerinx SID Bakal Rilis Album Bareng Antrabez

Tak hanya Pantai Melasti, objek wisata Pantai Kuta juga belum memasang barcode di pintu masuk dan pengecekan sertifikat vaksin Covid-19 masih dilakukan secara manual. “Kami belum tahu bagaimana prosesnya untuk mendapatkan barcode itu. Kami berharap pihak terkait bisa menuntun kami,” harapnya.

Berbeda dengan Pantai Pandawa yang sehari setelah terbitnya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021 sudah terpasang barcode PeduliLindungi pada gate masuk. “Para pengunjung sudah bisa memindai barcode PeduliLindungi saat berkunjung ke Pantai Pandawa,” kata Manajer Pengelola Pantai Pandawa I Wayan Letra, Senin 13 September 2021.

BACA JUGA:   Pantai Melasti Kecipratan Lonjakan Kedatangan Wisatawan di Bandara Ngurah Rai

Plt Kadis Pariwisata Kabupaten Badung Cokorda Raka Darmawan mengaku sudah mensosialisasikan penggunaan barcode melakui aplikasi PeduliLindungi kepada pelaku usaha maupun pengelola objek wisata. “Kami mendorong pelaku usaha dan pengelola DTW untuk mempersiapkan diri. Setelah proses di kementerian, maka akan dapat barcode dan dipasang pada pintu masuk,”ujarnya.

Pihaknya siap mendampingi pengelola yang belum paham tentang pengajuan barcode. “Saya sudah meminta Kabid Industri Pariwisata untuk memfasilitasi. Jadi kalau belum jelas, tinggal datang saja ke Dinas Pariwisata,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Ngakan Putu Tri Ariawan. Pengelola objek wisata yang yang membutuhkan informasi mengenai barcode PeduliLindungi bisa menghubungi Bali Tourism Board (BTB). “Ini adalah program Pusat. Kebetulan untuk di Bali, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan BTB,” katanya. (adi,dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + fifteen =