
BADUNG – Manajer tim karate PON Bali Armand Setiawan sempat merasakan menjadi manajer dengan banyak hal-hal yang harus dihadapinya. Namun dengan segala ketenangan dan pikiran bersih semuanya akhirnya baik-baik saja.
“Menyandang sebagai manajer di tim karate Bali sudah tiga kali mulai saat PON XIX/2016 di Jawa Barat silam, juga pernah menjadi manajer di Piala Kasad dan Piala Mendagri. Awalnya cukup berat dan banyak tekanan, namun karena ini sudah menjadi tanggung jawab saya, ya saya jalani dan akhirnya semuanya bisa berjalan dengan baik. Dan saya pertama kali menjadi manajer karena diajak temen di karate. Karena Ketua Umumnyajuga baru saat itu akhirnya saya menerima permintaan itu,” kata Armand Setiawan, Selasa 7 September 2021.
Awalnya menjadi manajer lanjutnya, dunia karate agak ruwet karena dinamikanya besar sekali bahkan imbasnya dulu ada temen baik sekarang akhirnya malah menjadi tidak baik. Termasuk hal-hal diluar dugaan sedikit berat tapi ketika dijalani dengan penuh rasa syukur akhirnya semuanya berjalan dengan bagus.
“Sekarang ini saya dengan atlet kok malah merasa kurang lebih dekat lagi seperti dulu karena saya melakukan tugas lainnya sebagai manajer demi target 2 emas ini benar-benar tercapai. Tekanan juga lumayan cukup banyak,” sebut pria kelahiran Denpasar 30 Januari 1982 tersebut.
Lantas apakah menjadi manajer karena dirinya juga karateka?
“Saya menjadi karateka sejak kecil dan pernah jadi karateka Indonesia maupun Australia. Bahkan saya pernah mengikuti kejuaraan dunia bersama tim Australia pada tahun 2000 di Melbourne. Saya juga pernah juara II di nomor kumite kalah dari karateka Afrika Selatan serta di nomor kata juara II pada salah satu even internasional. Sekarang saya V DAN rencana mau ambil DAN VI di Jepang karena sabuk itu memang dapatnya di Jepang semuanya. Kalau di peguruan karate di Indonesia saya I DAN dari perguruan Inkai,” tutup suami Olivia Hadi Kusuma Dewi ini. (ari)








