
BADUNG – Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Panca Lestari Tanjung Benoa melakukan uji coba tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) bantuan pemerintah pusat, Kamis 26 Agustus 2021.
Tahap awal, lebih dari 85 persen masyarakat mulai menyetor sampah yang sudah terpilah. “Jauh hari sebelumnya, kami sudah mengedukasi masyarakat soal pemilahan sampah ini sehingga hari ini mereka datang dengan sampah yang sudah terpilah,” ungkap Ketua KPP Panca Lestari Kadek Suyatni.
Sampah yang dibawa warga terpilah dalam tiga jenis, yaitu sampah rabasan (sampah dedaunan), sampah dapur (sampah bahan masakan), serta residu (sampah kemasan plastik). “Sampah rabasan dan dapur rencana diolah untuk kompos dan sampah residu diteruskan ke TPA Suwung. Sedangkan sampah nonorganik yang bernilai rupiah kami lanjutkan untuk program BSM yang sempat macet dan penimbangannya dilakukan di TPS3R,” ungkapnya.
TPS3R Panca Lestari Tanjung Benoa merupakan bantuan pusat melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali (BPPWB) Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan TPS3R Reguler itu menghabiskan dana Rp 601.500.000. Rinciannya, Rp 600 juta dari APBN dan Rp 1,5 juta swadaya masyarakat.
Serah terima TPS3R dilaksanakan pada Rabu 25 Agustus 2021 dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Wayan Puja didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Kabupaten Badung AA Gde Dalem.
Keberadaan TPS3R di Tanjung Benoa sudah menjadi harapan sejak dahulu dan disepakati menggunakan lahan pelaba desa seluas lebih dari 5 are. (adi)








