
BADUNG – Calon bendesa dan prajuru Desa Adat Pecatu menjalani tes urine yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Rabu 25 Agustus 2021.
Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra yang memimpin kegiatan mengatakan, tes urine diikuti 21 orang dari calon bendesa dan prajuru Desa Adat pecatu. Bahkan, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta secara sukarela turut serta. “Hasil pemeriksaan menunjukkan negatif atau tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkoba dari calon bendesa dan prajuru,”ujar Gde Sugianyar.
Menurutnya, pemeriksaan urine bagi calon pemimpin dan pengurus adat sebagai implementasi dalam rangka mewujudkan Desa Bersinar (Bersih Narkoba). “Kami mencanangkan program Desa Bersinar dengan mendorong partisipasi aktif desa untuk menggalakkan program P4GN (
Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredararan Gelap Narkotika) di lingkungan masing-masing,”ungkap mantan Kepala BNN Provinsi NTB ini.
Gde Sugianyar berharap Desa Adat Pecatu menjadi role model bagi desa lain di Bali. “Pimpinan desa adat serta prajuru yang mempunyai komitmen bersih dari narkoba diyakini mampu membawa dan menjaga desa dan masyarakatnya dari ancaman bahaya narkoba untuk mewujudkan Bali Bersinar,”tegasnya.
Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba saat ini tidak hanya di daerah perkotaan, tapi sudah merambah ke tingkat desa. “Data rehabilitasi tahun 2020 di BNNP Bali, 60 persen penyalahguna narkoba didominasi warga asli Bali. Sedangkan orang luar lahir di Bali 10 persen, pendatang 28 persen dan warga negara asing 2 persen,”tandasnya. (dum)








