
BULELENG – Sebanyak 387 dari 3.725 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Kerja (P3K) dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) administrasi untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Selain tidak dilengkapi meterai, persyaratan administrasi yang menyebabkan TMS adalah kesalahan unggah KTP, yang semestinya foto copy hasil pindai atau bukan aslinya dan surat lamaran yang tidak ditandatangani pelamar.
“Pengumuman hasil seleksi administrasi dilakukan Senin, 2 Agustus 2021 dan kepada pelamar dijelaskan kenapa mereka sinyatakan TMS. Misalnya tidak bermeterai, kan tidak sah,” ungkap Sekda Buleleng, Gede Suyasa, Minggu, 1 Agustus 2021.
Suyasa memaparkan, sesuai hasil seleksi administrasi terhadap 3.725 pelamar, 3.338 dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan 387 dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
“Kepada pelamar akan dijelaskan kenapa mereka dinyatakan TMS. Misalnya surat lamaran tidak berisi meterai, kan tidak sah. Semua alasan ditunjukkan, jika mereka sudah sadari tentu tidak ada sanggahan. Bahwa, memang benar hasil seleksi seperti itu,” ujarnya.
Sesuai regulasi, panitia menyediakan masa sanggah selama 3 hari.
“Juga ada 11 formasi tenaga kesehatan dan 334 dari 2552 formasi P3K yang tidak ada pelamarnya. Tenaga kesehatan tersebut, enam dokter spesialis dan lima perekam medis pada enam Puskesmas, tidak ada pelamarnya hingga pendaftaran berakhir,” tegasnya.
Tahapan selanjutnya, kata Suyasa masih dikordinadikan dengan pihak Provinsi Bali seperti format test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetesi Bidang (SKB), termasuk jadwal yang disesuaikan dengan ketersediaan sarana prasarana.
“Seperti penyediaan tempat seleksi dan penyiapan komputer. Kami juga akan melihat perkembangan apakah PPKM dilanjutkan atau tidak. Jadwal kita menyesuaikan dengan provinsi,” jelasnya.
Suyasa menambahkan, untuk rekrutmen P3K tenaga guru sepenuhnya dilakukan pemerintah pusat.
“Seleksi dilakukan pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek Republik Indonesia. Kami hanya melaporkan kegiatan administrasinya, dari formasi sebanyak 2.552 sebanyak 334 tidak ada pelamar,” pungkasnya.(kar)








