
KUTSEL – Pengurus Provinsi (Pengprov) Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Bali melaksanakan Gashuku dan Ujian DAN Tahun 2021. Kegiatan selama 3 hari, yakni dari 19 hingga 21 Maret 2021 tersebut, dilaksanakan di Jimbaran Hub, Kecamatan Kuta Selatan, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) cegah Covid-19.
Ketua Panitia Putu Agung Prianta yang juga Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Lemkari Badung menerangkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari Pengurus Besar (PB) Lemkari. Kegiatan dilaksanakan untuk mengukur kemampuan para karateka dalam hal teknik dasar karateka (Kihon), pemahaman rangkaian bentuk gerakan (Kata), dan teknik pertarungan bebas. Di samping itu, juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan menjaga soliditas. Sesungguhnya total 130 karateka yang mendaftar sebagai peserta. Namun atas pertimbangan prokes, jumlahnya dibatasi hanya 50 orang saja termasuk dua orang dari NTB.
“Prokes kami jalankan dan berlakulan dengan ketat. Seluruh peserta dan panitia kita wajibkan melakukam tes antigen sebelum memasuki areal Gashuku dan Ujian DAN. Selain itu, peserta dan panitia juga wajib menjaga jarak, dan kami menyediakan hand sanitizer di setiap sudut tempat latihan,” ungkap pria yang juga merupakan pemilik Dojo Colabo Jimbaran.
Sementara itu, Ketua Pengprov Lemkari Bali I Wayan Muntra memaparkan, kegiatan tersebut notabene menjadi yang pertama dilaksanakan di tengah masa pandemi. Dan dipastikan, penyelenggaraannya telah mendapat rekomendasi resmi dari PB Lemkari.
“Karena ini diselenggarakan di tengah pandemi, maka kita sangat selektif menentukan pesertanya. Panitia dari Pengcab Badung sudah melakukan screening sebelumnya, terkait standar prokes. Jadi yang boleh ikut, adalah mereka yang lolos rapid test antigen,” bebernya.
Muntra juga menambahkan, pada masa kepemimpinannya yakni dalam periode 2020 hingga 2024, dirinya akan terus berusaha untuk membangun konsolidasi internal Lemkari Bali. Dengan tujuan agar ke depan bisa semakin solid, lebih memperhatikan para atlet dan pelatih yang berprestasi, mengembangkan dojo-dojo Lemkari di seluruh Bali, serta mengadakan program latihan yang terukur dan modern dengan menerapkan sport science.
Sekretaris Umum (Sekum) Forki Bali Sensei Ardy Ganggas memberikan apresiasi positif terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, itu merupakan bagian dari pola pembinaan yang akuntabel. Apalagi itu dilaksanakan dengan fasilitas rapid antigen gratis bagi para peserta.
Pada Gashuku tersebut, juga hadir Wakil Sekjen PB Lemkari Pusat Sensei Andy Retman, Ketua Dewan Guru PB Lemkari Pusat Shuseki Haried Tanning. Dia adalah salah satu tokoh senior Lemkari yang sudah berusia 70 tahun, tetapi masih aktif dalam pengembangan Lemkari di Indonesia. Pada masa mudanya, yang bersangkutan merupakan atlet karate andalan Indonesia yang pernah menjadi juara dalam kejuaraan Asia Pacific Union of Karate-Do Organization (APUKO) di Taiwan. Selain itu, juga pernah bertahun-tahun melatih Paspampres di Madagaskar. (adi)








