Dianggarkan 8 Miliar, Badung Tambah Incenerator untuk TPST Mengwitani

0
57

Mesin incenerator di TPST Mengwitani

MANGUPURA – Untuk memaksimalkan pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Mengwitani,  Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) menambah mesin incenerator.

Pengadaan mesin incenerator masih dalam proses tender di Layanan Pengadaan Secara Elektornik (LPSE). Nilai pengadaan mesin incenerator sesuai dokumen tender sebesar Rp 8 miliar. Hingga kemarin sudah ada 13 rekanan yang menyatakan berminat terhadap proyek tersebut.

“Ya benar, kami melakukan penambahan mesin incenerator,”ujar Kepala Dinas LHK Badung Wayan Puja, Senin (23/11/2020).

Dijelaskannya, mesin incinerator tersebut untuk memusnahkansampah residu yang tidak bisa diolah lagi di tingkat desa/kelurahan. Rencananya mesin incenerator ini akan ditempatkan di Kelurahan Seminyak (Kuta) atau Kelurahan Kapal (Mengwi). Hanya karena terbentur lokasi (bangunan) dan SDM, maka diputuskan ditempatkan di TPST Mengwitani.

Diakuinya, pengadaan mesin incenerator adalah bagian dari persiapan pengolahan sampah secara mandiri tahun 2021 mendatang. Untuk diketahui, TPST Mengwitani baru mampu mengolah sekitar 20 ton sampah dalam sehari. Namun, jumlah tersebut belum sebanding dengan produksi sampah yang dihasilkan yakni 130 ton rata-rata per hari. Masalah keterbatasan peralatan menjadi kendala utamanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung AA Gede Agung Dalem, belum lama ini mengatakan dari ketiga mesin pembakaran sejatinya telah berfungsi semua. Hanya saja dalam perjalan ada saja kendala yang dihadapi. Itu lantaran pembakaran yang dilakukan hingga mencapai 800 derajat celcius, hingga alat cepat rusak. (lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here