Tuntutan Penjara Tiga Tahun Dinilai Berlebihan, Ini Harapan Jerinx ke Hakim

0
24
BERHARAP BEBAS : Terdakwa Jerinx ditemani istrinya usai sidang dengan agenda pembacaan duplik.

DENPASAR – Penasihat hukum terdakwa I Gede Aryastina alias Jerinx SID menilai hukuman tiga tahun penjara sebagaimana tuntutan JPU terlalu berlebihan.    

Hal itu tertuang dalam duplik atau sanggahan penasihat hukum terhadap  replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (17/11/2020). Tim pengacara dikomando Sugeng Teguh Sentoso menilai JPU dalam penyampaian tuntutan hukum tidak sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan dan hanya berdasarkan kesimpulan keterangan ahli bahasa sebagai pembuktian atas tindak pidana Jerinx yang menyebut “IDI Kacung WHO”.     

Menurutnya, untuk mendapatkan keadilan yang baik maka sudah seharusnya diterapkan KUHAP secara konsekuen. “Semestinya JPU mengambil apa yang sesuai dengan fakta persidangan, bukan dari BAP yang diambil untuk disimpulkan,” sentil Sugeng seraya meyakinkan  fungsinya diadakannya proses persidangan sudah jelas disebutkan dalam KUHAP. “Keterangan ahli itu, ya, keterangan  yang muncul dalam persidangan,” imbuhnya.

Ia menegaskan, keterangan saksi ahli di persidangan tentang postingan dari Jerinx bukanlah bentuk penghinaan. “Kami berharap majelis hakim lebih bijak mengambil putusan dan menerapkan Pasal 186 KUHAP, sesuai keterangan saksi ahli dalam persidangan. Karena jika dilihat dari perkara ini, titik berat pembuktiaannya ada pada keterangan saksi ahli. Kalau kedua saksi ahli memberikan keterangan yang baik untuk Jerinx, semetinya hakim dapat memutuskan bebas,”tegasnya.

Di luar sidang, Jerinx didampingi istri dan ibu kandungnya menyatakan bahwa apa yang disampaikan pengacaranya sudah sangat tepat. “Seperti kita ketahui tadi di persidangan, kuasa hukum saya telah banyak sekali membongkar kelemahan dari pihak JPU,” ungkapnya.

Ia menaruh harapan besar kepada majelis hakim bisa memutuskan dengan bijak dan seadil adilnya terhadap kasus yang tengah menyandungnya. “Harapan saya yang mulia majelis hakim, terutama ibu hakim yang memimpin sidang lebih menonjolkan sosok seorang ibu. Terlebih saat ini, untuk istri saya dan untuk ibu saya. Apalagi saya saat ini masih berhutang pada ibu saya untuk cucu pertama, jangan sampai hanya karena berbeda pendapat justru akhirnya menyakiti ibu saya,” ucap Jerinx yang penuh harap pada sidang, Kamis (19/11/2020) mendatang hakim memvonisnya bebas.

Sebagaimana di persidangan sebelumnya, tim JPU gabungan Kejari Denpasar dan Kejati Bali yang dikomandoi Otong Hendra Rahayu,SH.MH di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnyana Dewi, SH.MH menilai perbuatan Jerinx SID melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan alternatif ke satu.

Selain hukuman fisik yang diajukan selama 3 tahun penjara, JPU juga menuntut suami Nora Akexandra itu dengan hukuman denda Rp 10 juta subsider 3 bulan penjara.  (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here