Pengrajin Batok Kelapa Mengeluh, Harga Bahan Baku Naik

0
42
Pengerajin batok kelapa di Kecamatan Abang, Karangasem mengeluh karena harga bahan baku naik

KARANGASEM – Pengrajin batok kelapa di Desa Waliyang, Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem mengeluh akibat harga bahan baku meningkat namun harga jual dari kerajinan batok kelapa sendiri cenderung stagnan bahkan turun akibat Pandemi Covid-19.

“Semenjak Corona, harga bahan baku seperti benang nilon dan rotan yang didatangkan dari luar Pulau Bali sekarang mahal. Tapi harga jualnya tetap segitu,” ujar salah satu pengrajin batok kelapa Desak Gede Ratna, Minggu (25/10/2020)

Namun untungnya, harga dari batok kelapa pipih yang menjadi bahan baku utama dari kerajinan ini belum ada kenaikan harga.

Wanita berumur 42 tahun ini mengaku sudah menggeluti usaha kerajinan batok kelapa selama 8 tahun lamanya. Ia memajang kerajinan batok kelapa ini di kios kecil yakni Warung Merta Sari. Dirinya mengaku, semenjak awal pandemi Covid-19 ini melanda Bali, yakni sekitar bulan Maret 2020, usahanya sempat mandeg selama dua bulan dan sama sekali tidak ada pengepul yang mau mengambil barang dagangannya.

“Waktu itu benar-benar macet total, dua bulan sama sekali tidak ada yang mengambil barang saya, tenaga kerja pun sampai tidak kerja,namun perlahan-lahan apalagi dengan dimulainya new normal, akhirnya mulai dapat terjual lagi,” ungkap Desak Gede Ratna.

Produksi kerajinan batok kelapa yang ia buat biasanya berbentuk bokor, keben, penyacak, tamas, tempat kuangen dan nare. Produk kerajinan yang dibuat Desa Ratna sudah sering ikut pameran.

Selama pandemi, Desak Ratna banyak dibantu oleh siswa SMA dan SMP. Untuk kedepan, Desak berharap agar harga bahan baku dari kerajinan batok kelapa ini utamanya benang nilon dan rotan dapat menurun agar biaya produksinya juga dapat ditekan. (ami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here