Bule Negro Pemalsu Dua Paspor Dideportasi

0
40
DEPORTASI : Dua Petugas Imigrasi mengawal deportasi Awok Ayoola Kelvin.

BADUNG– Dua tahun mendekam di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar karena pelanggaran pamalsuan paspor, warga Nigeria Awok Ayoola Kelvin (30) dideportasi.

Humas Kanwil Kemenkumham Bali I Putu Surya Dharma mengungkapkan, Awok Ayoola Kelvin dideportasi dengan pengawalan dua petugas Imigrasi. Ia diterbangkan ke negaranya menggunakan pesawat Ethiopia Airlines. “Protokol kesehatan jadi prioritas dalam pelaksanaan tugas deportasi ini,” tegasnya via telepon, Rabu (14/10/2020).

I Putu Surya Dharma mengatakan, Awok Ayoola Kelvin mendekam di Rudenim dari 13 November 2018. Lamanya penahanan karena yang bersangkutan tidak memiliki ongkos pulang. Terkait kasusnya, bule berperawakan kurus tinggi berkulit hitam itu memiliki paspor Prancis dan paspor Afrika Selatan palsu.  “Setelah ditahan di Rudenim dan dikonfirmasi kepada perwakilan negara, dia hanya diakui sebagai warga negara Nigeria,” tegasnya.

Awok melanggar Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta. Namun, petugas memutuskan hanya mengenakan sanksi administrasi dan menyerahkannya ke Rudenim untuk ditahan. “Dia juga diusulkan masuk daftar cekal,”tandasnya sembari menambahkan  saat ini masih ada 18 deteni yang berada di  Rudenim Denpasar.  (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here