Demo Diduga Disusupi Provokator, Polisi Lakukan Pendalaman

0
145
Polisi berdialog dengan pendemo UU Omnibus Law Cipta Kerja

DENPASAR – Aksi demo yang disampaikan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Bali Tidak Diam, Kamis (8/10) diduga disusupi provokator, hingga terjadi pelemparan terhadap aparat kepolisian yang menjaga aksi demo dariJalan Sudirman menuju gedung DPRD Bali. Dugaan adanya provokator yang menyusup dalam aksi damai menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja juga diakui sendiri mahasiswa bahwa aksinya disusupi provokator.

Penegasan itu disampaikan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Aviatus Panjaitan, setelah massa bubar daridepan gedung DPRD yang kemudian bergerak melakukan aksi lagi di jalan Sudirman Denpasar.

Dalam dialog yang dilakukan bersama Wakapolda, lanjut Kapolres, sudah disebutkan, ditengah pandemi Covid-19 ini sebagian besar anggota dewan work from home (WFH). Demikian juga dengan staf di sekretariat DPRD Bali seperti penjelasan Kabag Umum DPRD Bali. “Sebagian besar anggota dewan work from home sehingga tidak ada anggota dewan. Dalam aksi tadi ada provokator menyusup kedalam dan melakukan pelemparan terhadap anggota,” ujarnya.

Saat aksi demo dan pihak provokator sempat melakukan aksi pelemparan terhadap anggota dan kemudian dilakukan tembakan gas air mata. Tujuannya untuk mengurai massa dan berupaya untuk membubarkannya. Syukurnya dari aksi pelemparan kepada aparat, tidak ada anggota yang terluka dan hal itu sudah diantisipasi. “Tadi ada sebagian yang memicu melakukan pelemparan, dasarnya disusupi dan ini yang dijaga,” tegasnya.

Menurut Kapolresta, adanya aksi damai yang disusupi provokator ini, juga sudah diakui mahasiswa sendiri. Siapa yang melakukan penyusupan dan yang menjadi korlap gadunga juga sudah didokumentasikan oleh Humas. “Mereka sendiri (mahasiwa) mengakui. Kami akan tidaklanjuti dan tim humas sudah melakukan dokumentasi terhadap Korlap yang asli dan Korlap gadungan,” katanya.

Adanya provokator dalam aksi damai yang direncanakan mahasiswa tercoreng. Niat baik mahasiswa untuk menyampaikan aspiraai secara damai juga tercoreng. “Diawal mereka juga kaget. Mahasiswa disuruh kumpul di jalan Sudirman dan mereka sama sekali tidak ada niat ke gedung dewan. Seolah-olah ada kegiatan dan aktivitas di dewan, “bebernya.

Dari kejadian pelemparan terhadap anggota, personil intel dan reserse juga akan terus melakukan pendalaman. Pada aksi demo di depan gedung dewan, Polresta Denpasar diback-up Polres Badung, 2 peleton Brimob dan Sabhara Polda Bali dan juga diback-up Sat Pol PP Provinsi Bali.

Kapolresta Denpasar berharap ditengah pandemi Covid-19 ini, diharapkan masyarakat dan adik mahasiswa yang katanya penerus bangsa ikut prihatin dengan keadaan bangsa ini. Ditengah pandemi Covid-19, semua masyarakat, TNI/Polri harus bahu membahu memutus mata rantai Covid-19. “Kita bahu membahu hindari kerumunan. Kalau terjadi kerumunan seperti ini sama artinya undang kembali Covid dan ini sangat disesalkan. Kita harapkan ditengah pandemi covid semuanya bisa menahan diri dan jangan melakukan aksi seperti ini,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here