
KARANGASEM- Kemarahan warga Desa Adat Padangbai, Karangasem memuncak saat melakukan aksi demo, menolak rencana pembangunan dermaga tiga oleh pihak PT.ASDP.
Pada saat demo, warga membentangkan spanduk bertuliskan mengutuk sekala niskala. Tidak itu saja, warga juga mengancam bakal membunyikan kulkul bulus (kentongan bertalu-talu) jika tuntutan warga tidak diindahkan oleh pihak ASDP.
Ada beberapa tuntutan warga saat demo, Senin (3/8/2020) yakni membatalkan pensertifikatan tanah oleh pihak PT.ASDP, dimana tanah itu diklaim merupakan ‘druwen” (milik) desa adat. Juga membatalkan rencana pembangunan dermaga tiga diatas lahan seluas 3 hektar tersebut.
Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada mencurigai pihak PT. ASDP melakukan pengukuran tanah pada 25 Juni 2020 secara diam-diam tanpa sepengetahuan prajuru desa adat.
“Ternyata ada pengukuran diam-diam yang dilakukan oleh PT ASDP tanpa sepengetahuan kami sebagai pemilik tanah tersebut. Warga saya sebagai penyanding diminta tanda tangan. Saya menganalisa bahwa itu adalah proses pensertifikatan,” ujar Nuriada, disela-sela demo,Senin (3/8/2020).
Patalnya lagi, kata Nuriada, tanah yang rencana akan dibanguni dermaga tiga masih satu kesatuan dengan kuburan desa adat setempat. “Kami sampaikan, ada klasiran kuburan Desa adat Padangbai. Bukti kkasiran itu sudah diwariskan turun temurun dari tetua kami,” ujarnya.
Manager PT. ASDP Padangbai Cabang Lembar Zainal Abidin, mengatakan memang ada pengukuran tanah, tapi luasnya hanya 1 hektar. “Tanah yang diukur cuma 1 hektar dan itu lokasinya masih di areal pelabuhan,” kata Zainal Abidin. (ami)








