Pariwisata Dibuka, Banyak Tempat Usaha di Kuta Belum Sediakan Sarana Cuci Tangan  

0
27
PROTOKOL KESEHATAN : Penyediaan sarana cuci tangan di salah satu tempat usaha di wilayah Kuta.

BADUNG – Pariwisata Bali tahap dua resmi dibuka untuk wisatawan nusantara pada 31 Juli 2020. Hanya, masih banyak ditemukan tempat usaha di wilayah Kuta yang belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya penyediaan sarana cuci tangan.

Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista yang dikonfirmasi tidak menampik kondisi tersebut. Belum lama ini, ia mengaku mendatangi sejumlah tempat usaha dan tidak mendapati adanya sarana cuci tangan di pintu masuk.  “Ya, memang demikian adanya. Nanti akan kami agendakan lagi bersama-sama dengan Tim Satgas Covid-19 untuk turun dan memberikan edukasi kepada pengelola tempat usaha tersebut,” ujarnya.

Wayan Wasista menegaskan, penyediaan tempat cuci tangan tertuang dalam Perarem Desa Adat Kuta Nomor 009/DAK/VI/2020 tentang Pengaturan Pencegahan dan Pengendalian Grubug Agung Covid-19 di Wewidangan Desa Adat Kuta. Di Pasal 6, mewajibkan setiap pelaku usaha di wewidangan desa adat, untuk menyediakan sarana cuci tangan pada tempat usaha masing-masing.“Tempat cuci tangan itu idealnya ditempatkan di depan usaha masing-masing dan pengunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu,” tegasnya.

Tidak hanya pelaku usaha, dalam perarem juga mewajibkan pihak desa adat serta krama adat, krama tamiu, ataupun tamiu, untuk melakukan hal serupa. Bedanya, kalau yang disediakan oleh desa adat menyasar tempat-tempat umum. Sedangkan yang disediakan krama adat, krama tamiu, ataupun tamiu, adalah pada tempat tinggal atau rumah masing-masing.

Masih mengacu perarem, penyediaan tempat cuci tangan itu notabene masuk sebagai salah satu bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Lawan Covid-19. Selain membiasakan diri untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir ataupun hand sanitizer, masyarakat (krama adat, tamiu, dan tamiu) juga diwajibkan untuk mengonsumsi makanan sehat, menghindari kerumunan massa, menjaga jarak, menggunakan masker, serta memperhatikan etika batuk dan bersin. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here