
BULELENG – Terobosan luar biasa yang dilakukan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu (Pokja-PAH) ‘Nirwasita Gantari’ dalam mengimplementasikan ‘Sad Dharma’ mendapatkan apresiasi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Kabupaten Buleleng.
Selain menjadi sebuah kebanggaan, terobosan Pokja-PAH Nirwasita Gantari dalam mengimplemetasikan Sad Dharma atau 6 Dharma atau Kewajban Umat Hindu melalui kegiatan kreatif sesuai cara/strategi pembinaan/pendidikan agama untuk penanaman nilai-nilai Agama Hindu kepada umat maupun peserta didik/yowana, Gen-Z Hindu ini juga layak ditetapkan sebagai agenda tahunan.
“Utsawa Jnanening Sad Dharma Pertama yang digelar Pokja Penyuluh Agama Hindu Nirwasita Gantari ini sangat membanggakan dan kita harap dapat dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan,” tandas Kepala Kamenag Buleleng Made Subawa usai penyerahan hadiah lomba ‘Utsawa Jnanening Sad Dharma (UJSD) tahun 2024 di Halaman Kantor Kemenag Buleleng, Kamis (10/10/2024).
Subawa didampingi Ni Putu Meri Andriyani selaku Ketua Panitia UJSD tahun 2024 menegaskan sesuai temanya ‘Kreatif dan Religius’, kegiatan yang digelar melalui sinergitas kolaboratif panitia bersama pihak ketiga ini sangat membanggakan karena baru pertama kali namun antusias peserta sangat tinggi.
“Kami mohon maaf kepada para siswa, yowana yang begitu antusias untuk mendaftar, terpaksa dibatasi panitia karena keterbatasan waktu dan tempat. Astungkara, lomba yang mengacu pada metode pembinaan umat dan mentransformasi kemajuan teknologi informasi, digitalisasi ini berlangsung lancar dan kita harap bisa secara rutin, berkesinambungan dilaksanakan sebagai agenda tahunan,” tandasnya.
Subawa juga mengapresiasi semangat para peserta Lomba Cipta Lagu Religi, Lomba Dharma Sedhana, Lomba Dharma Wacana, Lomba Tri Sandhya tingkat SMP,SMA,SMK dan Yowana serta Lomba Mewarnai tingkat TK/PAUD dalam mengikuti lomba.
“Ada satu kita belum lombakan yakni Dharma Tula sebagai bagian dari Sad Dharma meliputi Dharma Wacana, Dharma Tula, Dharma Gita, Dharma Yatra, Dharma Sadhana dan Dharma Shanti, yang dapat dijadikan wahana evaluasi pembelajaran pendidikan Agama Hindu termasuk oleh penyuluh agama hindu kepada umat maupun peserta didik,” pungkasnya. (kar/jon)








