
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng genjot dan maksimalkan penyediaan sarana prasarana Mall Pelayanan Publik (MPP).
Selain memaksimalkan penyediaan sarana prasarana pendukung layanan terutama akses internet, dalam mewujudkan sistem layanan pada satu tempat untuk menyelesaikan semua urusan terkait pelayanan publik juga telah disiapkan perjanjian kerja sama (PKS) dengan instansi vertikal dan perangkat daerah.
“Persiapan maksimal sangat dibutuhkan dalam pembangunan MPP, utamanya penyediaan sarana prasarana pendukung,” tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan MPP Kabupaten Buleleng di Rujab Bupati Buleleng, Selasa (8/8/2023).
Pada rapat beragendakan monev pembangunan MPP, persiapan simulasi atau uji coba MPP pada Buleleng Development Festival (BDF) dan penyiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan instansi vertikal serta horisontal yang tergabung dalam MPP Buleleng tersebut, Sekda Suyasa mewakili Pj Bupati Buleleng juga menegaskan pentingnya koneksi internet yang kuat untuk mendukung sistem digitalisasi layanan kepada masyarakat.
“Jika terhambat, maka sistem yang diterapkan juga akan terhambat. Dan ini akan membuat tidak efektif, kalau bisa dengan digitalisasi lebih cepat lebih bagus,” terangnya.
Ia menegaskan, pembangunan MPP bertujuan mempermudah, mempercepat dan mendekatkan jarak antara yang membutuhkan pelayanan dengan yang melayani.
“Oleh karena itu, MPP dibangun supaya masyarakat bisa datang ke satu tempat untuk menyelesaikan semua urusan terkait layanan publik. Semua instansi vertikal maupun horizontal yang terkait dikumpulkan, sehingga masyarakat bisa mengurus berbagai hal dengan cepat dan mudah,” tegasnya.
Senada dengan Sekda Buleleng, Made Kuta selaku Kepala DPMPTSP Kabupaten Buleleng menambahkan, sesuai laporan progres fisik per tanggal 8 Agustus 2023, pembangunan MPP di Lantai III Pasar Banyuasri sudah mencapai 35%.
“Ini bukan membangun dari awal, melainkan merenovasi atau menata lantai III Pasar Banyuasri menjadi MPP sesuai dengan desain yang ada. Sampai saat ini keramik dan dinding sudah terpasang, progres phisiknya mencapai 35%. Target selesai, 100% di Bulan Oktober 2023, karena Bulan November 2023 rencananya akan diluncurkan dengan mengundang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia,” ungkapnya.
Selaku leading sektor, pihaknya juga telah menyiapkan PKS dengan instansi vertikal dan perangkat daerah terkait yang akan terlibat dalam MPP sehingga semua menjadi terintegrasi satu pintu.
“Saat ini sudah ada 10 perangkat daerah teknis dan 7 instansi vertikal yang akan bergabung dalam MPP. Sehingga, betul-betul menjadi satu pintu, jangan sampai ada MPP tapi instansi tidak mau berkantor disitu,” pungkasnya. (kar,dha)








