
BULELENG – Tahapan Pemilu Tahun 2024 terus bergulir dan semakin dekat menuju hari pemungutan suara, pesta demokrasi tanggal 14 Februari 2024.
Selain membantu memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana, Pemkab Buleleng juga gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayan publik untuk menjaga netralitas pada pelaksanaan Pemilu 2024.
“Seluruh jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) Buleleng agar tetap menjaga netralitas pada Pemilu tahun 2024,” tandas Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat membuka Sosialisasi, Pembinaan dan Pengawasan Netralitas ASN pada Pemilu tahun 2024 di Rujab Bupati Buleleng, Selasa (11/7).
Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini menegaskan ASN merupakan pegawai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan publik dan pelayanan publik pada sebuah tata kelola pemerintahan.
“Oleh karena itu, seluruh jajaran Pemkab Buleleng, ASN harus tetap menjaga netralitas pada pelaksanaan Pemilu 2024,” tegasnya. Dalam mewujudkan Pemilu yang damai, adil, transparan, tidak boleh ada tekanan serta menggerakkan dan mengarahkan ASN menjadi agen-agen di dalam menyukseskan pada sebuah konteks tertentu. “Pegang teguh janji sumpah kita selaku ASN yang intinya pengabdian secara tulus kepada masyarakat,” tandasnya.
Pada sosialisasi yang menghadirkan narasumber, Sekda Buleleng, Ketua Bawaslu Provinsi Bali dan Ketua KPU Kabupaten Buleleng ini juga ditekankan agar ASN tidak terpengaruh dengan adanya Pemilu, tetap melayani masyarakat sebagaimana mestinya serta menghindari kegiatan yang berkaitan dengan politik praktis.
“Sosialisasi ini saya harapkan dapat memberikan suntikan kepada ASN untuk senantiasa menjaga netralitas dan integritas, baik sebelum, selama hingga sesudah pelaksanaan Pemilu.Saya harap pada pesta demokrasi, Buleleng bisa sebagai contoh pelaksanaan Pemilu di Buleleng berjalan dengan sukses, damai dan tanpa ada gejolak-gejolak yang ada,” pungkasnya. (kar,dha)








