
BULELENG – Momentum apel peringatan HUT Ke-419 Kota Singaraja, tidak hanya dimanfaatkan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana untuk mengingatkan sejarah berdirinya Kota Singaraja dan mengajak warga masyarakat untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Sesuai tema ‘Kuat dan Bangkit Bersama’, warga masyarakat Bumi Den Bukit juga diajak untuk bersama-sama menggarap potensi yang ada, mewujudkan Buleleng Kuat, Unggul, Adaptif dan Tangguh.
“Peringatan HUT ke-419 Kota Singaraja menjadi momentum kebangkitan sektor sosial dan ekonomi masyarakat setelah hampir tiga tahun terdampak Pandemi Covid-19,” tandas Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana usai apel peringatan HUT Ke-419 Kota Singaraja di Lapangan Ngurah Rai, Taman Kota Singaraja, Kamis (30/3/2023).
Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu, dengan tidak melihat perbedaan apapun, bersama-sama membangun Buleleng.
“Kami, hanya menyiapkan landasannya, jalan yang baik, terukur dan terarah untuk mewujudkan Buleleng yang lebih maju. Siapapun pemimpinnya, landing untuk kedepan semoga bisa lebih cepat menuju Buleleng yang maju menuju Bali Era Baru,” terangnya.
Melalui momentum ini, ia juga menggemakan sikap bangga sebagai warga Buleleng.”Warga masyarakat Buleleng harus tetap optimis dan bangga menjadi warga Buleleng, kalau sudah bangga mari kita bersama-sama membangun Buleleng, sedikit saja kita ajak maka mereka akan selalu bergerak, bergerak dan bergerak,” tegasnya.
Untuk mendorong semangat tersebut, pemerintah membuat kebijakan mengedepankan ekonomi kerakyatan sehingga UMKM dan pertanian lebih berdaya saing dan maju dengan digitalisasi.
Pemerintah, kata Lihadnyana, akan terus mewadahi pelaku UMKM dan petani untuk percepatan pergerakan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Buleleng sehingga dapat tumbuh dan berkembang.
“Kebangkitan Buleleng telah dibuktikan pada Malam Kebersamaan, Semarak Buleleng Bangkit. Dari 40 pelaku UMKM yang terkurasi dan berikan ruang untuk mempromosikan produknya, menghasilkan transaksi cukup menggembirakan.
“Per, tanggal 29 Maret 2023, dari data yang kami dapatkan, dari transaksi UMKM di Bhuana Patra nilainya sudah mencapai Rp 250 juta,” ungkap Lihadnyana dibenarkan Gede Supriatna.
Selaku Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menambahkan warga masyarakat Buleleng harus bangga, bukan karena memiliki karakteristik yang lugas, artinya tegas dan bertanggung jawab. “Tapi juga bangga, karena memiliki potensi yang besar, yang dapat digarap secara bersama-sama wujudkan Buleleng yang harmoni, damai dan sejahtera,” pungkasnya. (kar,dha)








