
BULELENG – Melalui ritual upacara peletakan batu pertama, pembangunan gereja/kapela di areal SPN Polda Bali di Singaraja mulai dilaksanakan. Selain meningkatkan kualitas gedung, pada momentum yang dihadiri Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Forkompinda Buleleng, Ketua FKUB Buleleng dan anak yatim piatu dari sejumlah yayasan panti asuhan, juga ditekankan fungsi SPN Polda Bali sebagai Kampus Toleransi Kebangsaan.
“Keberadaan SPN dalam proses pembentukan anggota Polri, tidak hanya mementingkan kualitas pengetahuan dan keterampilan, tapi juga membangun karakter, moralitas anggota Polri yang kuat sebagai abdi negara,” tandas Kapolda Bali Irjen.Pol. Putu Jayan Danu usai peletakan batu pertama dan penyerahan bantuan sembako kepada 40 anak yatim piatu di SPN Polda Bali di Singaraja, Kamis (30/3/2023).
Ia menegaskan, dengan adanya tempat ibadah seperti pura, masjid dan gereja, pembentukan karakter dan moral anggota Polri diharapkan dapat dilakukan pada proses pendidikan dan pembentukan (diktuk) di SPN.
“Kualitas keimanan menentukan perilaku, sikap dan tindak, baik sebagai seorang siswa maupun sebagai seorang aparat kepolisian. Sehingga, diperlukan sarana dan prasarana sebagai media pembentukan serta peningkatan kualitas keimanan, antara lain melalui penyediaan fasilitas tempat ibadah yang memadai,” terangnya.
Pemenuhan sarana dan prasarana ibadah bagi para siswa diktukba dan reguler anggota Polri telah dilakukan dan terus ditingkatkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan. “Upaya ini juga diharapkan dapat mengimplementasikan transformasi pendidikan Polri, SPN menuju Kampus Toleransi Kebangsaan, toleransi Bhineka Tunggal Ika dari keragaman agama, suku dan etnis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (kar,dha)








