
MANGUPURA- Dengan iming-iming bisa menjadikan CPNS di Pemkab Badung, seorang warga tertipu Rp20 juta. Korban yang seorang perempuan ini baru sadar tertipu, saat mengecek ke Puspem Badung, ternyata diketahui belum ada penerimaan CPNS di Pemkab Badung.
Korban yang minta identitasnya tidak diungkap, menyerahkan uang tunai kepada pelaku yang juga seorang permpuan tanggal 7 Maret 2023 di Puspem Badung sebesar Rp20 juta. Uang diserahkan orang tua korban lengkap dengan kwitansi dan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani pelaku.
Korban baru sadar tertipu setelah mendapat surat panggilan lengkap dengan nomer antrian. Surat panggilan dengan kop surat Lambang Pemkab Badung diberikan langsung oleh pelaku.
Tapi janggal tertulis Dinas Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Badung. Yang seharusnya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Korban diminta hadir Senin (27/3/2023), pukul 08.00 Wita, di aula Kerta Gosana, terkait hasil keputusan panitia seleksi CPNS Gelombang II.
Sesampainya di Puspem ternyata acara yang dimaksud tidak ada, kemudian korban berusaha menghubungi pelaku yang berinisial AS ternyata nomer teleponnya tidak aktif. Dari penuturan korban, dirinya percaya lantaran pelaku adalah bekas anak didik orang tuanya.
Pelaku juga mengaku bertugas di Bagian Keuangan Setda Badung. Akan tetapi setelah dicek tidak ada pegawai atas nama pelaku, yang mengaku beralamat di Perum Puri Persada Blumbungan, Desa Sibang Kaja.
Dari penelusuran pelaku diketahui sudah sering menipu, dan saat ini tinggal bersama orang tuannya di Gerih. Korban masih belum mengambil langkah melaporkan ke pihak berwajib, karena pelaku berjanji akan mengembalikan uang korban.
Kepala BKPSDM Badung I Gede Wijaya yang dikonfirmasi menyatakan sangat menyayangkan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab, dengan dalil perekrutan CPNS di Pemkab Badung.
Mantan Kabag Humas ini menjelaskan, sampai saat ini belum ada rekrutmen CPNS di Pemkab Badung. Jika pun nanti ada, pasti akan diumumkan secara terbuka dan prosesnya transparan.
“Jangan percaya kalau ada oknum yang menjanjikan bisa menjadikan CPNS apalagi dengan memberikan imbalan uang. Perekrutan CPNS pasti diumumkan secara terbuka, dan prosesnya transparan,” tegasnya. (lit/jon)








