
JEMBRANA – Panen padi serentak digelar di 10 provinsi dan 66 kabupaten/kota se-Indonesia, Kamis (9/3). Untuk di Kabupaten Jembrana dipusatkan di Subak Susun Sari, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.
Panen padi serentak, dipimpin langsung Bupati I Nengah Tamba, bersama Dinas Pertanian Pangan, serta anggota krama subak Susun Sari. Bupati Tamba memanen padi menggunakan mesin combine di lahan seluas kurang lebih 15 hektare. Panen yang didapat, setiap hektarenya menghasilkan gabah 64 ton. Harga gabah masih stabil, rata-rata per kilonya dihargai Rp5.000.
Bupati Nengah Tamba merasa penuh suka cita saat proses panen serentak dengan krama subak. “Pelaksanaan panen padi Nusantara ini, kita terjun langsung bersama petani,” jelasnya. Subak Susun Sari ini memiliki lahan seluas 15 hektare, dan hasil yang didapat, keluarnya gabah setiap hektarenya mencapai 6,4 ton.
Disebutkan Bupati Tamba bahwa cuaca hujan sangat mempengaruhi harga gabah, akan tetapi harganya di atas rata-rata dan masih standar harga di pasar.
Menurut Bupati Tamba Panen Nusantara ini, memberikan semangat kepada para petani khususnya petani padi. “Ini sangat luar biasa, beberapa hari ini harga gabah sudah sangat stabil di angka Rp 5 ribu bahkan sempat mencapai Rp 6 ribu. Dan hari ini kita juga melaksanakan panen Nusantara seluruh Indonesia, dan di Jembrana bagian dari pada mengikuti arahan dari Bapak Presiden untuk panen Nusantara,” paparnya.
Sementara, Kelian Subak Susun Sari l Putu Witastra mengucapkan terima kasih khususnya kepada Presiden RI Joko Widodo dan Bupati Tamba atas kepedulian perhatian kepada para petani Jembrana.
Lebih lanjut, Witastra merasa senang atas hasil panen di peroleh saat ini.
“Hari ini kami mengadakan panen bersama, dan begitu memuaskan dengan hasil 6,4 ton per hektare. Selain itu harga gabah juga di petani sekarang mencapai Rp 5 ribu,” tandasnya. (ara,dha)








