
BULELENG – Sebanyak 67 ogoh-ogoh dari 9 kecamatan di Kabupaten Buleleng mulai mengikuti tahapan seleksi tingkat kecamatan. Penilaian terhadap hasil karya para yowana ini dilakukan secara serentak tanggal 7-10 Maret 2023 untuk menentukan 3 besar, ogoh-ogoh terbaik pada tingkat kecamatan.
“Hasil penilaian tingkat kecamatan akan dicari 3 besar yang akan mewakili kecamatan pada lomba ogoh-ogoh di tingkat kabupaten,” tandas Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Gede Angga Prasaja di sela-sela penilaian ogoh-ogoh Desa Adat Adat Beratan Samayaji Kelurahan Beratan, Selasa (7/3/2023).
Didampingi salah satu juri Nyoman Suardika, Angga Prasaja mewakili Kadisbud Buleleng mengungkapkan, untuk 3 besar, ogoh-ogoh terbaik tingkat kecamatan mendapatkan hadiah masing-masing Rp5 juta.
“Hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat para yowana untuk ikut lomba ogoh-ogoh yang digelar Pemprov Bali tahun 2023,” tandas Angga dibenarkan Suardika.
Selaku tim juri, Suardika menambahkan bobot tertinggi dalam penilaian lomba ogoh-ogoh adalah unsur sastra agama. “Hal ini bertujuan, menjadikan ogoh-ogoh sebagai media pendidikan untuk memahami makna ajaran Agama Hindu,” ungkapnya.
Suardika memaparkan, melalui lomba ogoh-ogoh para yowana diharapkan dapat memahami ajaran Agama Hindu mulai dari perencanaan dan pembuatan ogoh-ogoh, termasuk informasi serta makna yang tertuang pada sinopsis dari ogoh-ogoh yang dibuat.
“Secara tidak langsung, para yowana mengetahui dan memahami makna ajaran Agama Hindu. Ogoh-ogoh tidak hanya euforia dalam pengarakan, tapi euforia untuk memaknai ajaran Agama Hindu yang akan merubah perilaku kehidupan manusia,” ujarnya.
Selain sastra agama, kreatifitas dalam memadukan teknologi dan bahan alami yang digunakan juga unsur penting penilaian. “Kalau penyambutan dewan juri dengan baleganjur, itu tidak masuk kriteria penilaian,” pungkasnya. (kar,dha)







