
BULELENG – Upaya Cipta Kondusifitas Wilayah (Cipkon) jelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tanggal 15-16 November 2022 dilakukan Pemkab Buleleng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP) Kabupaten Buleleng.
Selain pemenuhan sarana dan prasarana, berkerjasama dengan Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, BKBP Buleleng juga menggencarkan kegiatan sosialisasi terkait pencegahan terorisme dan radikalisme.
“Dengan melibatkan narasumber dari Densus 88 AT Mabes Polri, kita melaksanakan sosialisasi terkait deteksi dini terorisme dan radikalisme, sebagai upaya penguatan kewaspadaan masyarakat dalam mewujudkan cipta kondusifitas wilayah,” tandas Kepala BKBP Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono usai sosialisasi di Kantor Camat Buleleng, Kamis (10/11/2022).
Didampingi Camat Buleleng, I Made Dwi Adnyana, mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini mengungkapkan, sosialisasi yang diikuti aparat kelurahan di Kabupaten Buleleng bertujuan meningkatkan pemahaman tentang tindak pidana terorisme dan radikalisme.
“Kegiatan sosialisasi tentang pencegahan tindak pidana terorisme dengan narasumber dari Direktorat Pencegahan Datasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri, kita laksanakan untuk meningkatkan pemahaman aparat pemerintahan daerah khususnya di wilayah perkotaan/kelurahan sebagai salah satu bentuk kewaspadaan dini terhadap kegiatan radikalisme dan terorisme di daerah serangkaian pelaksanaan KTT G20 tahun 2022 di Bali,” terangnya.
Kegiatan sosialisasi yang diikuti peserta dari kelurahan di Kecamatan Buleleng, Seririt dan Sukasada ini juga diharapkan dapat mewujudkan cipta kondusifitas wilayah sebagai bentuk dukungan seluruh komponen terkait terhadap penyelenggaraan KTT G20 di Bali.
Senada dengan Kepala BKBP Buleleng, Kombes. Pol. Ponco Ardani selaku narasumber menyatakan sosialisasi terkait deteksi dini, pencegahan tindak pidana terorisme dan radikalisme sangat dibutuhkan dalam mewujudkan cipta kondusifitas wilayah serangkaian penyelenggaraan KTT G20 di Bali.
“Melalui sosialisasi ini kita berupaya untuk mengajak sekaligus mengingatkan masyarakat Bali, khususnya Buleleng tentang pentingnya kondusifitas wilayah sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KTT G20 tahun 2022 di Bali,” terangnya.
Pelaksanaan KTT G20 yang aman, lancar dan sukses, diharapkan dapat meningkatkan dan mengangkat nama Indonesia seperti pernah terjadi tahun 1955. “Suksesnya penyelenggaraan KTT G20 tahun 2022 yang didukung seluruh elemen masyarakat Indonesia, Bali dan Buleleng khususnya, juga menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagaimana pelaksanaan KTT Asia – Afrika tahun 1955 pada zamannya Presiden Soekarno,” pungkasnya. (kar,dha)








