
KARANGASEM—Upaya meningkatkan hasil produktivitas kapas di Karangasem, Pemkab Karangasem mengundang Peneliti dari Badan Riset Nasional (BRIN) Prof. Ir. Nur Indah ke Karangasem, Senin (26/9/2022).
Kehadiran peneliti bersama tim teknis itu, untuk memberikan bimbingan teknis kepada para petani dan pengerajin benang di Karangasem. Hal ini sebagai kesinambungan Visi Misi Pemkab Karangasem dalam menggalakkan sektor pertanian. Bimtek yang digelar selama dua hari ini, dibuka bupati I Gede Dana, di UPTD Pertanian Jasri.
Pada kesempatan itu, Bupati mengungkapkan, ditengah pandemic Covid-19, pendapatan rata-rata masyarakat paling banyak ditunjang dari pertanian. Banyak petani-petani di pedesaan tidak merasakan adanya pandemi karena masih bisa hidup dengan hasil-hasil pertaniannya.
“Sektor pertanian merupakan sektor yang cukup tangguh, untuk kapas tahun ini kami mengembangkan 100 hektar yang didanai dari APBD,” ujarnya.
Bupati juga memaklumi betul harga kapas sering sering naik turun. Terhadap kondisi itu, Bupati Dana meminta untuk tidak menyalahkan siapa-siapa. Saat inikata Bupati, Pemkab Karangasem sedang mencari jalan keluar untuk terus mengembangkan kapas.
“Kami ingin dari kapas langsung di pabrik menjadi benang. Kenapa begitu? Karena kebutuhan benang di Karangasem sangat tinggi,” harapnya.
Menjaga stabilitas harga kapas di Petani, kata Bupati, Pemkab Karangasem juga sedang membuat Perseroda. Dengan adanya Persiroda itu, diyakini harga kapas kering milik petani akan bisa stabil karena tidak dimainkan tengkulak.
“Pohon kapas saat sedang berbunga akan tampak indah, ini juga bisa dijadikan sebagai obyek wisata. Nah pas saat bunga kapas bermekaran akan terlihat seperti hamparan salju,” ucapnya.
Sebelumnya, Plt. Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan, I Wayan Purna mengatakan, Bimtek digelar untuk menyukseskan Visi Misi Pemerintah Daerah dimana sektor pertanian menjadi misi pertama. Selain itu, pengembangan kawasan kapas juga sudah tertuang dalam RPJMD tahun 2021- 2026.
“Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan budidaya kapas yang baik bagi petani, sehingga mereka bisa meningkatkan hasil produksinya dan bisa meningkatkan kualitas kapas yang dihasilkan,” ujar Purna.
Bimtek menghadirkan narasumber yang berkompeten pada bidangnya. Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani untuk berbudidaya kapas yang baik, serta mengetahui cara budidaya kapas dengan tumpang sari.
“Bimtek melibatkan 3 kelompok penerima kegiatan pengembangan kapas tahun 2022 dengan peserta sebanyak 40 orang,” tandasnya. (watt)








