
BULELENG – Penjabat (PJ) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana pimpin rapat koordinasi (rakor) pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Buleleng.
Selain penyamaan persepsi dalam menjalankan program pemerintahan, aparatur sipil negara (ASN) dari Desa Kekeran Kecamatan Busungbiu ini juga mengajak seluruh jajaran Pemkab Buleleng untuk bersinergi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Selama ini, Kabupaten Buleleng memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, hal itu dibuktikan dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK yang diraih sebanyak 8 kali. Ke depan, kualitasnya harus ditingkatkan sehingga tidak ada catatan-catatan. Hal tersebutlah, yang harus diminimalisir,” tandas PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat memimpin rakor pimpinan OPD di Ruang Pertemuan Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (1/9/2022).
Didampingi Sekda Buleleng Gede Suyasa, Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini menegaskan sesuai tugas dan kewenangan selaku PJ Bupati Buleleng tak hanya melaksanakan urusan pemerintahan tapi juga menjalankan program pemerintahan termasuk pengendalian inflasi.
“Kalau inflasi memang harus buat sistem tata kelola sehingga selalu bisa dikendalikan. Kami mohon doa restu, pengendalian inflasi di Kabupaten Buleleng bisa menjadi barometer nasional, untuk Bali bersama dengan Denpasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan rilis BPS, Buleleng mengalami deflasi pada Bulan Agustus 2022 sehingga akumulasi laju inflasi Buleleng tahun 2022 hingga Bulan Agustus telah mencapai 3%.
“Ke depan akan terus kita kendalikan, karena kalau tidak dikendalikan akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan berhubungan juga dengan angka kemiskinan,” tandasnya meyakinkan.
Selain pengendalian laju inflasi, kata Lihadnyana, Pemkab Buleleng juga masih menangani Pandemi Covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Meski saat ini Buleleng sudah bebas dari kasus PMK, terlebih pembayaran bantuan pemotongan bersyarat terhadap ternak yang terjangkit PMK juga sudah dibayarkan. Sementara untuk penanganan Pandemi Covid-19, meski kasusnya sudah melandai skema mengintensifkan vaksinasi booster tetap harus dilakukan,” tegasnya.
Lihadnyana juga berharap bisa memajukan pembinaan olahraga, sekaligus mengembangkan sport tourism di Kabupaten Buleleng.
“Seperti dengan Lomba Renang Gubernur Cup yang sedang diselenggarakan saat ini di Kolam Renang Nirmala Asri, mampu mendatangkan banyak pengunjung, membuat penuhnya hunian hotel di seputaran Kota Singaraja,” tandas Lihadnyana yang juga berkeinginan meningkatkan kesejahteraan ASN melalui pengelolaan APBD yang efisien. (kar,dha)








