
BULELENG – Beberapa langkah strategis dilakukan Pemkab Buleleng untuk mengantisipasi terjadinya inflasi akibat lonjakan harga kebutuhan bahan pokok serangkaian peringatan hari raya keagamaan, khususnya Hari Suci Galungan dan Kuningan.
Selain memastikan pasokan bahan pokok, mengantisipasi inflasi yang dipicu kenaikan harga bahan pokok seperti cabai rawit, cabai merah dan telur sebagaimana terjadi bulan lalu sehingga mengakibatkan tekanan inflasi mencapai 0,71 persen juga akan dilakukan operasi pasar.
“Yang paling kita akan utamakan bukan inflasinya melainkan pasokannya yang terjaga dengan baik. Jadi selama Hari Raya Galungan ini pasokan bahan pokok yang sifatnya dikonsumsi masyarakat itu bisa terjaga dengan baik,” tandas Bupati Suradnyana, Senin (6/6/2022) saat memimpin rapat TPID Buleleng di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng.
Bupati Suradnyana didampingi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Denpasar, Trisno Nugroho dan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa mengungkapkan fenomena yang terjadi setiap tahun ini harus disikapi TPID antara lain dengan menggelar operasi pasar, untuk mencegah adanya oknum yang mengambil keuntungan pada saat hari raya.
“Besar harapan saya agar TPID dan aparat kepolisian serta TNI lebih seksama, bersama- sama melaksanakan operasi pasar agar tidak ada persoalan penimbunan dan sebagainya pada rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan,” terangnya.
Ia juga berharap, meski inflasi di Kabupaten Buleleng berada pada angka 0,5 persen dan tergolong positif, pengawasan terhadap distribusi kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Buleleng harus tetap dilakukan sehingga bisa terjaga dengan baik.
Senada dengan Bupati Buleleng, Trisno Nugroho selaku Kepala Bank Indonesia Perwakilan Denpasar mengaku salut dan mengapresiasi langkah Pemkab Buleleng dalam menyikapi tekanan inflasi sekitar 0,71 persen pada bulan lalu, yang patut diwaspadai.
“Komoditas-komoditas yang mulai naik seperti cabai merah, cabai rawit dan telur ayam, harus diwaspadai. Kita yakinkan dengan memastikan pasokannya di Buleleng,” jelasnya.
Nugroho menambahkan operasi pasar melibatkan instansi terkait seperti Perumda patut diapresiasi sebagai opsi untuk memastikan stok bahan pokok, saat pasokan di Buleleng mulai langka dan harga melonjak tinggi.
“Lakukan operasi pasar kalau pasokannya kurang, termasuk harganya biar masyarakat juga bisa menjangkau karena ini kan untuk hari raya, ya supaya masyarakat bisa menikmati hari raya dengan tenang,” pungkasnya. (kar,dha)








