
BULELENG – Dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat pelaksanaan ritual upacara Pelebon Ida Peranda Istri Kemenuh, Gria Gede Banjar, Desa/Kecamatan Banjar berlangsung hikmat dan lancar.
Koordinasi yang baik antara panitia dengan aparat Bhabinkamtibmas, Babinsa, pecalang serta 8 dadya yang menyertakan 64 sawa untuk mengiringi Pelebon Ida Peranda Istri Kemenuh, membuat prosesi pelebon nyaris tanpa hambatan.
“Dengan prokes ketat serta koordinasi yang baik panitia dengan seluruh pihak terkait, astungkara prosesi pelebon Ida Peranda Istri Kemenuh, Gria Gede Banjar berlangsung lancar, hingga di Setra Desa Adat Banjar,” ungkap pengerajeg karya, Ida Bagus Wika Krishna, Minggu (3/4/2022) di sela-sela pelaksanaan upacara.
Didampingi sejumlah pinisepuh, tokoh muda Gria Gede Banjar ini menandaskan antusias krama dari 8 dadya yang menyertakan 64 sawa pada upacara Pelebon Ida Peranda Istri Kemenuh, patut diapresiasi sebagai wujud kebersamaan dalam melaksanakan yadnya.
“Jadi, pada pelebon ida nak lingsir ini, ada 64 sawa dari 8 dadya yang ikut diaben, serangkaian dengan pelebon ida nak lingsir yang lebar (meninggal dunia,red) karena sakit,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, tak hanya biaya tapi juga tenaga, krama bahu membahu melaksanakan rangkaian ritual upacara sesuai dudonan karya. “Hari ini, pelebon dilaksanakan sampai dengan nyekah, tanggal 4 April Nyegara Gunung, 5 April Meajar-ajar dan 9 April ngingkup,” pungkasnya. (kar,dha)








