
KUTSEL – Sejumlah pekerjan proyek menyentuh akses Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai Kuta hingga Nusa Dua terus dikebut. Selain pada bagian trotoar, penataan juga terpantau menjamah area pertamananan, termasuk di antaranya taman bundaran I Gusti Ngurah Rai.
PPK 3.2 Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Bali M Solthon ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa semua itu berkaitan dengan penyambutan terhadap gelaran G20. Sehingga Bali sebagai tuan rumah, bisa menunjukkan tampilan yang lebih baik, tertata, dan hijau.
Pada umumnya, penataan semacam itu dilaksanakan pada akses jalan yang akan dilalui para delegasi. Karena itulah penataan dilakukan hingga menyentuh akses menuju The Apurva Kempinski Bali, yang merupakan salah satu venue dimanfaatkan.
Satu jenis pekerjaan dimaksud yakni berupa penataan terhadap trotoar. Selain tampilan yang diubah jadi lebih menarik, secara kelayakan fungsi juga terbilang meningkat. Dilakukan penambahan garis kuning pada bagian tengahnya, sebagai fasilitas bagi masyarakat berkebutuhan khusus, utamanya tunanetra.
“Sebelumnya, itu tidak ada. Jadi nanti, di tengahnya itu akan ada semacam garis kuning. Memang standar nasionalnya seperti itu,” bebernya belum lama ini.
Dikatakannya pula, ada sekitar 22 kilometer jalan yang pada saat ini tersentuh penataan. Anggaran yang dipergunakan, katanya mencapai angka ratusan miliar rupiah.
“Untuk anggaran, sementara ini kalau di jalan nasional sekitar Rp 200 Miliar. Tapi ini masih naik/turun, karena mungkin ada tambahan nantinya. Misalnya berkaitan dengan venue makan malam yang rencananya adalah di GWK, jadi kami harus tata juga di sekitar sana,” sebutnya.
Sambung dia, pembenahan juga menjamah area pertamanan di sekitar akses dilalui. Salah satunya yakni taman bundaran I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Tuban. Kata Solthon, akan ada berbagai pohon yang ditanam di dalamnya. Sehingga tampilan taman bundaran jadi lebih baik dan hijau, sesuai desain yang terpampang di lokasi.
Kata dia, anggaran untuk itu tidaklah termasuk dalam Rp 200 milyar. Penataan tersebut masuk pada skup landscape, yang dianggarkan senilai Rp 20 Miliar lebih.
“Sebelum hari H G20 sudah harus selesai. Minimal Agustus kami harus clear semua,” pungkasnya. (adi/jon)








