
KARANGASEM—Kasus gigitan anjing di Karangasem terus mengalami peningkatan. Bahkan dalam sehari di setiap kecamatan sedikitnya ada satu kasus gigitan dari Si Gukguk.
Kasus teranyar terjadi di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem. Korbannya seorang bocah Kelas III SD. Bocah malang ini digigit Si Gukguk jenis Jitsu pada bagian alat vital, Minggu (6/2/2022).
Luka parah pada bagian “Mr P” akibat gigitan anjing piaraan milik salah seroang warga Bugbug itu, memaksa koban harus dirawat intensif di RSUD Karangasem.
“Anjing itu tiba-tiba menyerang anak saya saat jalan kaki dan melukai alat vital (kelamin) hingga kulitnya mengelupas,” terang I Wayan Karta, paman korban ditemui saat sedang menunggui korban di ruang perawatan RSUD Karangasem, Senin (7/2/2022).
Dia menuturkan, tim medis mulai dari UGD, ruang OK dan ruang perawatan bergerak sigap dalam melakukan tindakan. Masuk UGD pasien langsung di observasi dan disutik vaksin anti rabies (VAR), berlanjut operasi pada bagian kelamin di ruang operasi.
“Astungkara semua tindakan yang dilakukan tem medis berjalan bagus. Operasinya juga berjalan lancar. Semoga tidak terjadi apa-apa. Kami sangat berterimakasih, karena tim medis sudah bekerja ekstra melakukan penanganan,” terangnya.
Sementara itu, gigitan Si Gukguk yang menyerang seorang bocah klas III SD di Bugbug itu, membuat Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (PPP) Karangasem, langsung turun ke lokasi mengecek kondisi anjing tersebut.
“Anjing yang menggigit sudah divaksinasi rabies dua kali, yakni bulan Agustus dan November 2021. Hasil pemeriksaan yang kami lakukan anjing yang menggigit tidak menunjukkan klinis rabies. Untuk memastikan, saat ini masih dilakukan observasi hingga 14 hari kedepan,” terang Kepala UPTD Puskeswan,Dinas PPP Karangasem, drh Pande Gede Arya Saputra. (wat/jon)








