
BADUNG – 17 pintu masuk Pantai Kuta ditutup permanen menggunakan bata ringan yang disusun setinggi tembok eksisting, Senin 4 Oktober 2021.
Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, penutupan dilakukan untuk memudahkan pengawasan. “Saat ini Pantai Kuta memiliki 28 pintu masuk dan 17 di antaranya kami tutup,” ujarnya.
Sementara, dari 11 akses pintu masuk yang masih dibiarkan terbuka, ada 3 di antaranya yang rencananya menggunakan sistem buka tutup. “Ini juga kami lakukan kaitan dengan efektivitas pemanfaatan QR Code aplikasi PeduliLindungi karena hanya ada 8 pintu masuk Pantai Kuta yang dilengkapi QR Code PeduliLindungi. Melalui penutupan ini, maka pengawasan dapat kami lakukan secara lebih optimal. Apalagi tenaga yang kami miliki juga terbatas,”imbuhnya.
Penutupan itu didahului sosialisasi kepada masyarakat melalui para kelihan banjar Se-Desa Adat Kuta. Salah satunya, mempertimbangkan pula keberadaan usaha-usaha masyarakat yang ada di pesisir Pantai Kuta.
Wasista menyadari pengambilan keputusan itu menimbulkan pro kontra di masyarakat. Namun, ia berharap agar bisa dimaklumi demi kepentingan bersama. “Kami juga tidak sembarang menentukan mana pintu yang akan kami tutup. Beberapa hal tetap kami pertimbangkan. Salah satunya agar tidak terlalu jauh dari usaha-usaha masyarakat di pesisir Pantai Kuta,”ungkapnya.
Selain meminimalisir kemungkinan pengunjung lolos scan QR Code PeduliLindungi, penutupan diharapkan bisa dipergunakan pemerintah untuk mengevaluasi kembali penerapan sistem ganjil genap di wilayah Kuta. (adi)









pola pikir terbalik, cenderung merasa kuasa memiliki dan mengelola. sejatinya area pantai diseluruh dunia adalah area umum terbuka lebar tanpa sekat yg dapat diakses bebas dari mana saja. dengan penutupan benerapa sektor akses tersebut justru membuat potensi menimbulkan penumpukan orang baik yg hendak keluar ataupun masuk, yg sejatinya disitulah potensi penularan penyakit terjadi, .. bukan diarea pantai yg luas, yg tidak perlu smartphone dg aplikasi apapun unt melindungi, yg hanya sekedar terlihat modern belaka… apakah memang smartphone lebih smart (smarter) dan peduli lebih melindungi dari diri kita sendiri ????
hanya seonggok kotak tipis kecil ajaib, namun bila terkena air akan rusak tak berguna…