
BADUNG – Di tengah munculnya pertanyaan dari para atlet, pelatih dan ofisial PON dari Badung terkait pelepasan ke PON Papua, nampaknya KONI Badung sudah memahami hal itu jauh-jauh hari. Bahkan Sekretaris Umum KONI Badung Made Sutama telah mengajukan pelepasan itu ke Pemkab Badung sekitar seminggu lalu.
“Kami sudah mengajukan pelepasan itu tinggal menunggu jawaban pak Bupati Badung saja. Beliau memang masih sibuk ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Ditunggu saja dengan sabar, kan masih ada waktu setengah bulanlah untuk keberangkatan cabang olahraga (cabor) yang mendahului bertanding di PON Papua,” kata Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana, Minggu 29 Agustus 2021.
Nariana juga merancang kemungkinan besar nantinya jika ada pelepasan bakal dilakukan secara simbolis karena jumlah atlet, pelatih dan ofisial dari Badung di kontingen PON Bali cukup banyak mencapai 104 orang.
“Langkah itu demi menjaga jangan sampai ada kerumunan nantinya. Saya rasa dengan pelepasan simbolis sudah mewakili semuanya. Terpenting tradisi pelepasan selalu ada termasuk meski di masa pandemi sekarang ini,” tegas Nariana.
Diproyeksikan dalam pelepasan secara simbolis nantinya, pelatih atau ofisial ditentukan jumlahnya tidak banyak dengan melibatkan beberapa cabor saja untuk mewakili lainnya.
“Sabar saja dulu sambil kita nantikan jawaban dari pak Bupati. Semoga jawaban itu segera ada,” sebut Nariana.
Dirinya juga berpesan, terlepas dari semua itu para atlet Badung yang membela kontingen PON Bali di PON Papua nantinya agar tampil all out dan puputan demi prestasi terbaik yang bisa diberikan untuk Bali dan Badung.
“Harus dengan semangat, tekad dan ambisi besar untuk meraih hasil maksimal dan tidak boleh patah semangat. Ikuti instruksi pelatih baik saat berlatih rutin sekarang ini maupun saat bertanding nantinya,” tandas Nariana. (ari)








