
KARANGASEM – Ratusan krama Desa Adat Bugbug mendatangi Polres Karangasem, Minggu (7/6/2026). Mereka mengawal laporan dugaan perusakan bangunan WC untuk sulinggih dan pemedek di kawasan Pura Gumang.
Bagi masyarakat Bugbug, fasilitas itu merupakan simbol gotong royong, pengabdian, dan kebersamaan yang dibangun melalui perjuangan panjang seluruh krama desa.
Kelian Desa Adat Bugbug Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana menegaskan, fasilitas tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar para sulinggih dan pemedek yang tangkil ke Pura Gumang.
“WC itu bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada semangat ngayah, ada pengorbanan krama yang bertahun-tahun bekerja bersama demi memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat dan pemedek. Ketika fasilitas itu dirusak, yang terluka bukan hanya bangunannya, tetapi juga hati dan pengabdian ribuan krama yang ikut membangunnya,” tegas Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana saat dikonfirmasi usai melapor ke Polres Karangasem.
Menurutnya, tindakan perusakan terhadap fasilitas umum tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Apalagi, lokasi kejadian berada di kawasan Pura Gumang.
Ia mengingatkan seluruh kawasan pura beserta fasilitas penunjangnya telah melalui prosesi upakara tahun 2021.
“Pura Gumang adalah kawasan suci. Fasilitas penunjang yang ada di dalamnya dibangun untuk mendukung pelaksanaan yadnya dan pelayanan kepada umat. Karena itu, tindakan yang merusak fasilitas di kawasan ini juga menyentuh aspek moral dan penghormatan terhadap kesucian pura,”tegasnya.
Laporan ke polisi merupakan langkah hukum yang ditempuh agar persoalan tersebut mendapat kepastian dan penyelesaian yang adil. Ia berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
“Kami percaya aparat akan bekerja sesuai aturan. Harapan kami sederhana, kebenaran dapat terungkap dan pihak yang melakukan perusakan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. Ini penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” katanya.
Masyarakat Bugbug berharap proses hukum dapat berjalan secara adil sekaligus menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjaga fasilitas umum dan menghormati kawasan suci yang menjadi milik bersama.








