
BADUNG – Operasi gabungan penertiban ojek online (Ojol), ojek panggilan (Opang), ojek liar (ojeli) kembali terlaksana di wilayah Legian, Minggu (11/1/2026). Hasilnya, disita seratusan atribut ojek yang dikenakan secara tidak resmi.
Salah seorang tokoh yang ikut dalam operasi tersebut, yakni I Wayan Puspa Negara menuturkan, kegiatan dipusatkan di persimpangan Jalan Melasti. Kegiatan berlangsung selama 2 jam, dimulai dari pukul 20.00 Wita hingga 22.00 Wita.
“Ini merupakan sebuah gerakan bersama yang rutin kami gelar. Kemarin itu adalah kegiatan ke-6, sejak bulan September 2025 lalu,” sebutnya.
Selain menyasar ojek, dalam kegiatan yang turut melibatkan Timpora Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai itu juga dilaksanakan pemberian peringatan kepada sejumlah wisatawan yang ditemukan melakukan pelanggaran. Di antaranya seperti pelanggaran lalu lintas berupa berkendara tanpa mengenakan helm.
“Jika ada temuan pelanggaran lalu lintas, itu langsung dilakukan penilangan oleh pihak Polresta Denpasar. Termasuk yang ditemukan menggunakan knalpot brong,” imbuhnya.
Pelaksanaan kegiatan ini, sambung dia, juga turut menyertakan Satgas Gojek dan Grab. Dalam keterlibatan tersebut, dilakukan penyitaan sejumlah atribut, mengacu ketentuan masing-masing aplikator. “Totalnya kurang lebih ada 116 jaket yang disita,” ungkap Puspa yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Badung tersebut.
Di samping pihak Imigrasi, Polresta, serta Satgas Gojek dan Grab, kata Puspa, masih banyak unsur lain yang ikut serta dalam operasi tersebut. Di antaranya yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, Satpol PP BKO Kecamatan Kuta, Bankamda Desa Adat Legian, Linmas Kelurahan Legian, Kapolsek Kuta dan jajaran, Bendesa Adat Legian melalui Pangliman Keamanan Desa Adat, Kaling se-Kelurahan Legian, Kelian Adat se-Desa Adat Legian, serta Pangerondan masing-masing banjar.
“Total kekuatan mencapai 100 orang. Ini adalah bentuk kegiatan partisipasi aktif menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah Legian. Setiap unsur itu punya peran masing-masing, yang kemudian kita satukan dalam operasi gabungan,” sebutnya.
Dari 6 kali gelarannya, menurut Puspa, pelaksanaan operasi gabungan tersebut sudah cukup memberikan dampak positif. Wilayah Legian kini dipandang lebih rapi karena terbebas dari kesemrawutan ojek. Namun tidak dipungkirinya, jika dilihat dari segi pelanggaran lalu lintas, dinilai masih terbilang tinggi, utamanya pada persimpangan Jalan Melasti – Legian – Sriwijaya.
“Dengan operasi ini kami ingin mewujudkan Legian yang lebih aman dan nyaman. Melalui langkah inilah kami lakukan perbaikan di segala lini,” pungkasnya. (adi)








