
BULELENG – Penangkapan terduga teroris muda belia berinisial MAS alias Mu alias Am (17) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendapatkan perhatian khusus dari Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi.
Kapolres mengingatkan penangkapan oknum siswa kelas 3 SMA sebagai pembuka tabir masih hidupnya sel-sel terorisme dibawah akar rumput. Melalui apel juga ditekankan kepada seluruh personil Polres Buleleng dan Polsek jajaran tetap siaga, tidak ‘overconfident’ serta melakukan tindakan terukur kewilayahan agar jangan sampai kecolongan.
“Saat ini kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang dapat mengganggu keamanan dan berpotensi merusak tatanan kehidupan negara, kita sudah merasakan pengaruh negatif narkoba, premanisme dan terorisme terhadap ekonomi, investasi dan lapangan pekerjaan. Kuncinya ada di keamanan,” tandas Kapolres Widwan saat memimpin apel jam pimpinan di Lapangan Utama Mapolres Buleleng, Senin (26/5/2025).
Kapolres Widwan menegaskan, penangkapan oknum siswa terduga teroris ini menimbulkan keperihatinan sekaligus ketakutan,mengingat usianya yang tergolong belia dan masih duduk di bangku SMA.
“Terungkap pelaku aktif dalam kanal komunikasi digital yang menyebarkan konten-konten berkaitan ideologi ISIS berupa gambar, video, rekaman suara dan tulisan berisi propaganda Daulah Islamiyah (ISIS) termasuk ajakan melakukan aksi pengeboman terhadap tempat ibadah,” jelasnya.
Meski belum terdeteksi adanya kelompok ini di Kabupaten Buleleng, Kapolres Widwan minta seluruh personil tetap waspada dan segera melakukan upaya meniadakan segala bentuk tindakan gangguan keamanan sebelum terjadi dengan tetap mengedepankan tindakan pencegahan (preemtif).
“Sebagai anggota Polri, kita tidak boleh abai saat terjadi gangguan keamanan di tengah masyarakat. Kita harus mampu hadir dan bertindak tegas dan terukur, khususnya dalam meniadakan segala bentuk gangguan keamanan,” tegas Kapolres Widwan.
Dia juga menginstruksikan personilnya menggencarkan sosialisasi ke sekolah dan meningkatkan pengawasan ciber.(kar/jon)








