HeadlineKriminalTabananTerkini

Amankan 9 Tersangka, Polres Tabanan Sita 78,56 Gram Sabu

TABANAN – Peredaran Narkoba khususnya jenis sabu di Tabanan semakin mengkhawatirkan. Bahkan kini peredaran sudah merambah pedesaan. Terbukti jajaran Sat Narkoba Polres Tabanan mengamankan sembilan tersangka termasuk satu perempuan dengan barang bukti sabu 12 paket atau seberat 78,56 gram netto dalam bulan Juni ini dan ada yang ditangkap di Desa Munduktemu dan Sanda, Pupuan.

Hal tersebut terungkap dalam  press rilis yang disampaikan Wakapolres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja didampingi Kasat narkoba AKP I Made Darmawan,  Kamis (20/6/2024).

Kompol Surya Atmaja  menjelaskan, selama lima belas hari di Bulan Juni ini, jajaran  Sat  Res Narkoba Polres Tabanan berhasil mengungkapkan  enam kasus dengan sembilan tersangka dan barang bukti 78,56 gram sabu netto.

“Selama Bulan Juni ini berhasil diungkap enam kasus narkoba   dengan sembilan tersangka  termasuk satu perempuan,”  ungkapnya.

Kasus pertama yakni pada 31 Mei 2024 pukul 14.00 Wita  dengan empat  tersangka yakni ST (48) bekerja sebagai sopir, ditangkap di depan warungnya di Desa Sanda, kemudian juga mengamankan   tiga tersangka lainnya  EG (29), NGR (22) dan AGA (24) seorang mahasiswa.  Mereka semua berasal dari Desa Munduktemu, Pupuan. Dari tangan mereka disita  tiga paket sabu seberat 0,33 gram.

Keempat tersangka yang mengaku membeli sabu secara patungan dijerat  Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 tahun.

BACA JUGA:  Pertama Kali Diterapkan di Indonesia, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Puji Terobosan Sistem Tol Non Tunai Nirsentuh

Kasus kedua yang berhasil diungkap dengan tersangka  AGS alias DGR (24) di  rumahnya di Desa Antosari, Selemadeg Barat pada  sabtu (1/6/2024) sekitar pukul  09.30  Wita dengan barang bukti dua paket sabu seberat 0,02 gram. AGS  serangkaian dengan penangkapan empat tersangka di Pupuan. AGS  disangkakan dengan  Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 Tahun dan paling lama 20 tahun.

Kasus ketiga yang berhasil diungkap dengan tersangka YG alias CK (28)  pada Minggu (2/6/2024) sekitar pukul 22.00 Wita di depan Salon jalan Nuri, Desa Dauh Peken,  Tabanan. Dari tangan tersangka yang merupakan target operasi (TO) ini berhasil disita 3 plastic klip narkotika jenis sabu seberat 77.55 gram netto.ØPasal yang disangkakan  nyakni  Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 tahun dan Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 Tahun paling lama 20 tahun.

Selanjutnya, kasus  lain yang berhasil diungkapkan yakni dengan tersangka SF (30)  pada, Senin, 3 Juni 2024 sekitar pukul 08.00 Wita, di dalam rumahnya di  Desa Kesiut,  Kerambitan,  Tabanan. Dari SF berhasil diamankan 1 plastic klip sabu seberat 0.16 gram netto. Kemudian petugas juga mengamankan  KD ( 31) keesokan harinya Senin, 3 Juni 2024 sekitar pukul 09.00 Wita, di dalam kamarnya  di Desa Kesiut, Kerambitan.

Petugas berhasil mengamankan 1 plastic klip narkotika (Shabu) seberat 0.22 gram netto. Keduanya  disangkakan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 tahun.

Dari  pengungkapkan enam kasus Narkoba  yang ditangani Sat Res Narkoba  Polres Tabanan ini , ada pengungkapan tergolong unik dan tersangka sangat berani. Pasalnya , penangkapan tersangka  dilakukan di ruang besuk tahanan Narkoba Polres Tabanan.

Pengungkapkan ini berawal adanya informasi salah satu pembesuk tahanan Narkoba  tersangka NGR diduga membawa narkoba  jenis sabu yang diketahui seorang ibu rumah tangga  inisial GA (32). GA diamankan saat membesuk suaminya  tersangka NGR   di ruang tahanan Polres Tabanan Selasa, 11 Juni 2024 sekitar pukul 12.30 Wita. Dari tangannya diamankan dua paket sabu seberat 0,26 gram netto.

GA dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 tahun dan kini mendekam  di tahanan  bersama suaminya dengan kasus yang sama penyalahgunaan narkoba. (jon)

Back to top button