
foto : Arsitek Bali United Tevo dan Ryuji Utomo saat PMPC di Gianyar.wb/ari
GIANYAR – Duel sengit akan tersaji pada laga kesepuluh Liga 1 Indonesia di Stadion Dipta Gianyar, Minggu (27/8/2023) malam.
Ada dua penilaian berbeda dari dua arsitek kedua tim terkait persiapan tim dan penilaian tim lawan.
Arsitek Serdadu Tridatu Stefano “Teco” Cugurra lebih menilai dan tak menyalahkan kipernya Maringa yang banyak kebobolan di laga-laga terakhir Bali United.
“Maringa merupakan salah seorang kiper terbaik di Liga 1. Dan Maringa kebobolan juga karena kekurangan atau kelemahan pertahanan belakang. Saya pikir itu terkait permainan yang kadang individual,” bela Teco saat PMPC di Bali United Cafe, Sabtu (26/8/2023).
Selain itu, arsitek yang membawa Bali United juara Liga 1 dua kali itu menganggap Barito Putera merupakan tim bagus dan pelatih yang pengalaman. “Kami respek tim lawan dan kami akan berjuang menjaga tiga poin di kandang,” tegas Teco.
Di lain pihak wakil pemain Ryuji Utomo mengaku jika para rekannya sudah siap tempur. “Kami akan kerja keras untuk bisa mengamankan poin tiga apalagi ini bermain di kandang sendiri dan akan bermain habis – habisan,” tekadnya.
Sementara itu, arsitek Barito putera, Rahmat Darmawan lebih meminta skuadnya konsentrasi di tengah lapangan. Pasalnya, Serdadu Tridatu bukanlah lawan sembarangan. Bahkan meski Barito di posisi 3 dan Bali United posisi 7 klasemen sementara itu belum jaminan.
“Laga itu tidak mudah, lawan kami merupakan tim bagus yang kaya akan pengalaman tak hanya di Indonesia tapi juga internasional. Pelatih juga bagus dengan sederet gelar yang diperoleh di tim yang diasuhnya. Jadi kami minta pemain kami konsentrasi saja,” jelas Rahmat Darmawan.
Hal itu juga dinilai mantan pelatih timnas itu masih belum cukup. Kendati di 9 laga sebelumnya memiliki tren positif tapi Bagus Kahfi dkk harus bekerja ekstra keras, fokus dan penuh motivasi. “Itu kunci bagi tim kami jika ingin berbicara banyak di laga super ketat,” tambah Rahmat Darmawan.
Sedangkan wakil pemain Bagus Kahfi merasa tak masalah tanpa kembarannya Bagas Kahfi yang dipanggil timnas. “Memang kalau ada kembarannya lebih enak karena bisa saling paham ditengah lapangan. Tapi kami memiliki kelebihan sendiri sendiri. Tapi saya profesional saja,” tutupnya. (ari,dha)








