
KUTSEL – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose menyebut bahwa angka pengguna dan bandar narkotika di Bali termasuk masih tinggi. Demikian seperti disampaikannya sesaat setelah gelaran peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023, Senin (26/6/2023) malam.
“Untuk di Bali, masih tinggi pengguna narkotika dan bandar narkotika di Bali. Jadi saya minta kalian jurnalis di Bali sampaikan pesan kepada bandar-bandar narkoba, hati-hati!” tegasnya.
Disampaikannya pula, jenis narkotika yang sekarang ini terbanyak masuk Indonesia adalah Metamfetamin dan ganja.
“Tetapi over all yang terbanyak pengguna adalah pengguna Cannabis Sativa (ganja). Kemudian pengguna Metamfetamin atau Met atau Kristal,” sambungnya.
Selain itu, pihaknya juga dipastikan sedang melakukan antisipasi terhadap masuknya Heroin dan Kokain. Di antaranya yakni melalui langkah cooperation dan colaboration.
“Bukan hanya di Indonesia, tetapi dengan negara-negara terutama yang berada di Golden Trianggle, Golden Crescent, negara-negara Afrika yang banyak juga dahulunya sebagai kurir, kemudian South America. Dan itu terangkum dalam semua strategi yang dicanangkan oleh BNN RI,” tegasnya.
Sementara mengutip isi sambutannya, Komjen Golose sempat mengungkapkan bahwa sebagai pelaksanaan dari strategi Hard Power Approach, langkah penegakan hukum yang tegas dan terukur dipastikan telah dilaksanakan. Dengan hasil pada tahun 2021 sampai dengan Juni 2023 yang berupa Shabu sebanyak 6,04 ton, Ganja sebanyak 6,67 ton, Lahan Ganja seluas 131,4 hektar, Ganja Basah sebanyak 294,6 ton, serta Ekstasi sebanyak 464.900 butir.
Di samping itu, sambung dia, BNN RI juga menangani 39 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari tahun 2021 sampai dengan Juni 2023. Yang mana di dalamnya ada 44 tersangka, dengan jumlah nilai aset disita senilai Rp 187.523.827.849,00. (adi/jon)








