
BULELENG – Harmonisasi teknologi dengan tradisi nelayan terus dilakukan oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Provinsi Bali. Selain pemenuhan sarana prasarana, upaya transformasi teknologi bidang kelautan dan perikanan juga dilakukan melalui program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (BKPP) Buleleng.
“Melalui pelatihan ini kita mencoba mengharmoniskan kebiasaan, tradisi para nelayan dengan teknologi yang saat ini sedang berkembang,” ungkap Kepala BBMKG Wilayah III Provinsi Bali, Cahyo Nugroho usai pembukaan kegiatan SLCN Tahun 2023 di Gedung Buleleng Tourism Information Center, Kawasan Wisata Pantai Penimbangan, Senin (22/5/2023).
Cahyo Nugroho menandaskan sesuai tema kegiatan “Dengan SLCN, Nelayan Hebat Selamat dan Sejahtera’ peserta yang berasal dari nelayan dan kelompok nelayan di Kabupaten Buleleng tidak hanya diharapkan dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan aman dan makin sejahtera. “Setelah mengikuti pelatihan, nelayan itu tidak sekedar mencari ikan, tapi sudah tahu kemana harus pergi dan tinggal menangkap ikan,” jelasnya.
Kemudian, bagaimana memberikan pengetahuan kepada nelayan kapan boleh melaut, kapan tidak boleh melaut. “Jangan sampai nelayan tidak mengerti kondisi di laut, sehingga berangkat tapi takutnya tidak bisa pulang. Melalui edukasi ini, nelayan bisa mengakses informasi dengan handphonenya, sehingga bisa pergi melaut untuk menangkap ikan dan pulang dengan selamat,” tandasnya.
Senada dengan Kepala BBMKG Wilayah III Provinsi Bali, Kalak BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mewakili Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengapresiasi program SLCN sebagai upaya konstruktif yang dilakukan BB-MKG Wilayah III Provinsi Bali untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Dengan transformasi teknologi ini, tidak hanya dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mensejahterakan nelayan, tapi juga sekaligus menghindarkan para nelayan dari bencana yang kerap terjadi ditengah laut,” ungkapnya.
Ia juga berharap, harmonisasi teknologi dengan tradisi para nelayan ini dapat lebih memaksimalkan upaya pemberdayaan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Buleleng yang memiliki pantai sepanjang 157 kilometer. “Sesuai dengan tema kegiatan, Nelayan Hebat, Selamat dan Sejahtera,” pungkasnya.(kar,dha)








