
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan ketahanan pangan daerah.
Selain memberdayakan Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Perumda Pasar Arga Nayottama dan Perumda Swatantra Buleleng untuk menjaga stok serta stabilitas harga bahan pokok, TPID melalui Dinas Pertanian (Distan) juga telah membuat kajian terhadap beberapa formula untuk menjaga ketahanan pangan.
“Berbagai upaya menjaga ketahanan pangan sudah dilakukan dan evaluasi untuk mendapatkan formula terbaik. Karena, sangat tidak mungkin kita terus melakukan pola intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok,” tandas Kepala Distan Buleleng, Made Sumiarta usai mengikuti rapat penanganan inflasi, Kamis (13/4/2023).
Mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini mengungkapkan dari hasil evaluasi, ada beberapa pola penanganan inflasi khususnya dalam hal penyediaan komoditi penyumbang inflasi seperti cabai, bawang dan beras yang perlu kiranya disesuaikan dengan kondisi dilapangan.
“Seperti komoditi cabai, yang ternyata bukan karena stok lokal tidak ada, melainkan petani yang enggan menjual hasil panennya kepada kita, karena ingin dapat harga pasar yang jauh lebih menguntungkan. Intervensi, jelas tidak mungkin karena tidak ada perikatan awal dengan petani dan kompetitor swasta membeli sesuai harga pasar, sehingga kita datangkan komoditi dari luar daerah,” terangnya.
Berdasarkan pengalaman dan hasil evaluasi, Distan selaku dinas teknis bidang pertanian mencoba melakukan analisa dan kajian untuk menjaga ketahanan pangan, salah satunya pola kemitraan.
Ia memaparkan, pola kemitraan dengan petani, masyarakat dan pihak ketiga menjadi pola alternatif setelah pemberdayaan aset daerah melalui pemerintah desa/kelurahan dan Perumda Swatantra bersama penggarap dalam penanaman cabai dilakukan maksimal.
“Pola kemitraan dengan petani, mestinya dilakukan sejak awal sehingga ada perikatan terkait produksi dan hasil panen. Demikian juga pola kemitraan dengan masyarakat pemilik lahan tidur sebagaimana dirintis Desa Bhaktiseraga pada kawasan perumahan LC Bhaktiseraga,” ungkapnya.
Sumiarta berharap pola kemitraan yang sedang dikaji secara komprehensif bersama pihak terkait, termasuk pemilik CSR ini diharapkan dapat dikolaborasikan dengan sistem pertanian Smart Agrocity, Urban Farming dan TPS-3R Bhaktiseraga untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah. (kar,dha)








